Selamat Datang di Blog Bimbingan Konseling Islam ((Semoga Anda Terinspirasi))

Selasa, 11 Januari 2011

Pengertian Hadits Sebagai Sumber Hukum Islam

HADITS TARBAWI
PENGERTIAN HADITS
SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

DISUSUN OLEH
Riyan Hidayat :911.08.0050

Jurusan : Bimbingan Konseling Islam (BKI)





FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
RADEN INTAN LAMPUNG
2009/2010







KATA PENGANTAR


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Rasa syukur kami ucapkan kepada ALLAH Yang Maha Esa,atas izin-Nya yang telah di berikan kepada kami hingga terselesaikanya Makalah tentang Pengertian Hadits,sebagai sumber hukum islam kami telah berusaha semaksimal mungkin,menyusun, makalah tentang Pengertian Hadits,sebagai sumber hukum islam. Atas usaha kami dapat menyelesaikan tugas yang di perunjukan kepada kami kami khususnya kami .kami pun bersyukur karena dapat menyelesaikan tugas yang telah di berikian dosen kami.
Selanjutnya kami selaku penyusun dalam pembuatan makalah jika ada yang kurang berkenaan di hati para pembaca,kami mohon ma’af sebesar-besarnya,karena manusia tak luput dari dosa maupun khilaf,jika dalam pembuatan makalah ini masih bada kekurangan kami mohon kritik dan saran ,supaya kami lebih baik lagi dalam membuat makalah.semoga jirih payah kami dan pengorbanan kami mendapat balasan yang setimpal dari ALLAH S.W.T.Amin.

Wassalamualaikum Wr.Wb.





Bandar Lampung April 2010




Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL I
KATA PENGANTAR II
DAFTAR ISI 1
PENDAHULUAN
Latar belakang masalah 2
Permasalahan 2
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
Hadits 3
Sunnah 3
Khabar 4
Atsar 4
BENTUK HADITS
Hadits Qauli 5
Hadits Fi’li 6
Hadits Taqriri 6
Kedudukan hadits terhadap al-qur’an 6
Fungsi hadits terhadap al-qur’an 7
Perbandingan hadits dengan al-qur’an 8
DAFTAR PUSTAKA

A. PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG MASALAH

Hadist penampung Sunnah Nabi,memuat kebutuhan dasar Kaum Muslim:Individu dan Komunitas.Dalam bab pembahasan akan mencoba membahas tentang pengertian Hadits,Sunnah,Khabar,Atsar,kemudian akan pula dibahas tentang bentuk-bentuk hadits,baik Hadits Qauli,Fi’li,dan Taqriri,kemudian pada Bab pembahasan akan membahas tentang Kedudukan Hadits terhadap Al-Qur’an,Fungsi Hadits terhadap Al-Qur’an,kemudian perbandingan antaa Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Dalam setiap pembahasan di atas akan kita jumpai permasalahan-permasalahan seperti yang akan di bahas pada pokok bahasan permaslahan.

PERMASALAHAN
Dari pembahasan diatas dapat kita temukan permasalahan-permasalaha yaitu:
1. Apakah pengertia Hadits,Sunnah,Khabar,dan Atsar?
2. Bagaimana bentuk-bentuk Hadits?
3. Bagaimana Keduduka Hadits terhadap Al-Qur’an?
4. Bagaimana Fungsi Hadits Terhadapa Al-Qur’an?
5. Apa perbandingan/perbedaan antara hadist dan AL-Qur’an?
Semua permasalahan tersebut akan dibahas pada Bab pembahasan.


B. PEMBAHASAN

I. Pengertian Hadits,Sunnah,Khabar,Atsar

A. HADITS
Pengertian Hadits
Menurut Bahasa,Al-Hadits berarti:
a. الجديد (yang Baru),lawan dari: القديم

b. القريب (yang dekat,yang belum lama terjaadi,seperti kata-kata هو حد يث العهد بالاٍ سلام
(Dia yang baru memeluk agama islam).

c. الخبر (berita/khabar),seperti yang di kemukanakan oleh ayat-ayat Al-Qur’an:


34. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Quran itu jika mereka orang-orang yang benar.

Menurut istilah (terminologi):
Ulama Hadits
Menyatakan bahwa Hadits ialah segala ucapan Nabi,segala pebuatan beliau,segala taqrir beliau dan segala keadaan beliau.”maksudnya “keadaan”beliau sejarah Hidup beliau,yakni:waktu kelahiran beliau,keadaan beliau sebelum dan sesudah menjadi Rasul.
Ulama Ushul
Menyatakan bahwa Hadits ialah segala perkataan,perbuatan dan taqrir yang bersangkut paut dengan Hukum.

B. SUNNAH (السنّة )
Pengertian Sunnah
Menurut Asy-Syaukani sunnah berarti:

Jalan,walaupun tidak diridhai. الطر يقة ولو غير مرضية

Kata jama’ dari Sunnah’(سنة ) adalah (سنن)demikian arti sunnah menurut bahasa.
Contoh Sunnah: “Segala amalan itu tergantung niat”(H.R.AL-Bukhari,Muslim)
انّما الاُعمال با لنيّة



Adapun Sunnah menurut istilah lain:
Menurut Ahli Hadits:
Sunnah ialah:”Segala yang di nukilkan dari Nabi SAW ,baik berupa perkataan,taqrir,pengajaran sifat,keadaan maupun perjalanan hidup beliau,baik yang beliau demikian itu terjadi sebelum maupun sesudah di angkat sebagai Rasul.
Menurut Ahli Ushul
Sunnah ialah Segala sesuatu yang dinukilkan dari SAW.baik berupa perkataan,perbuatan,maupun taqrir (pengakuan),yang mempunyai hubungan dengan hukum.
Perbedaan sunnah dengan Hadits:
Dengan memperhatikan perbedaan pengertian antara istlah hadits dengan sunnah tersebut diatas,maka dapatlah ditarik beberapa kesimpulan:
a. Bila ditinjau dari segi subjek yang menjadi asalnya,mama pengertia hadits dan sunnah adalah sama.Yakni sama-sama berasal dari Rasullulah,dengan inilah maka Jumhur Ulama Ahlu Hadits berpendapat,bahwa “Hadits identik dengan sunnah”
b. Bila di tinjau dari segi Kualitas Amaliyah dan periwayatannya,maka Hadits dibawah Sunnah,sebab Haadits merupaka berita suatu tentang peristiwa yang disandarkan kepada Nabi,walaupun hanya sekali saja beliau mengerjakannya dan walaupun hanya diriwayatkan oleh seorang saja.Sedang Sunnah merupakan
sesuatu amaliyah yang terus menerus dilakukan oleh Nabi.

C. KHABAR (الخبر)
Menurut bahasa,Khabar berarti berita.
Adapun menurut istilah ada dua pendapat:
1. Sebagian ulama menyatakan,bahwa Khabar itu sama dengan hadits,oleh karena itu mereka menyatakan,bahwa khabar adalah apa yang datang dari Nabi.baik yang ma’ruf (yang disandarkan kepada nabi),yang Mauquf (yang disanarkan kepada sahabat) maupun yang Maqthu’(yang disandarkan pada Tabi’in) dengan kata lain bahwa Khabar itu,mencangkup apayang datang dari Rasul,Sahabat dan Tabi’in.
Menurut Dr, Subhi dalam bukunya Ulumul Hadits wa Musthalahuhu (hal 10),para ulama hadits yang berpendapat demikian ini beralasan selain dari segi bahasa (yakni bahwa arti Hadits dan Khabar adalah berita)juga beralasan bahwa yang disebut para perawi itu,tidaklah terbatas bagi orang yang meriwayatkan berita dari Nabi semata tetapi juga yang menukilkan berita dari Tabi’in.sebab kenyatanya,para perawi itu telah merwayatkan apa yang datang dari Nabi dan yang datang dari selainnya.Oleh karena itu,tidaklah ada keberatan untuk menyamakan hadits dengan Khabar.
2. Sebagian Ulama Hadits membedakan pengertian Khabar dengan Hadits.
Dr.Muhammad Ajaj Al-Khatib dalam kitabnya Ushulul Hadits menjelaskan:
a. Sebagian pendapat menyatakan,bahwa Hadits adalah apa yang berasal dari nabi,sedang Khabar adalah apa yang berasal dari selainnya.Oleh karena itu dikatakan,orang yang tekun (menyibukkan diri) pada Hadits disebut”Muhhadits”sedang orang yang tekun pada sejarah atau semacamnya disebut dengan “Akhbary”.
b. Sebagian pendapat menyatakan,bahwa hadits bersifat Khusus sedang Khabar bersifat umum.Oleh karena itu tiap-tiap Hadits adalah Khabar dan tidak setiap Khabar adalah Hadits.

D. ATSAR الاُثر
Menurut bahasa Atsar berart bekas atau sisa sesuatu,bisa berarti nukilan atau yang di nukilkan,oleh karena itu do’a yang di nukilkan dari Nabi “Do’a Matsur”
Adapun menurut pengertian istilah dapat disimpulkan pada dua pendapat:
1. Atsar sama atau sinonim dengan Hadits.oleh karena itu ahli Hadits disebut juga Atsary.At-Thabary memakai kata-kata atsar untuk apa yang datang dari Nabi.At-Thahawi memasukan uga yang dari sahabat.
2. Perbedaan Atsar dengan Hadits
Atsar tidak sama dengan istilah Hadits
a. Menurut Fuqaha,Atsar adalah perkataan-perkataaan Ulama Salaf,Sahabat,Tabi’in dan lainnya.
b. Menurut Fuqaha Khurasan,Atsar adalah perkataan Sahabat.
c. Az-Zarkyasyi,memakai istlah Atsar untuk Hadits Mauquf,tetapi membolehkan juga memakai istilah Atsar untuk Hadits Marfu’.

II. BENTUK HADITS
Ditinjau dari segi isinya, Hadis dibagi menjadi tiga:

1. Hadis Qauli
Segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad S.A.W yang berupa perkataan dan perbuatan yang membuat berbagai maksud Syara’,peristiwa dan keadaan baik yang berkaitan dengan akidah,syari’ah ahlak,maupun yang lainnya.
Contoh Hadits Qauli:

عن عبد الله بن عمر وبن العا ص رضى الله عنه قال : سمعت رسول الله ص.م. يقول : اٍنّ الله يقبض العلم انتزاعه من العباد و لكن يقبض العلم بقبض العلما ء حتّى اٍذا لم يبق عالما اتخذ النّاس ر ؤسا جهلا فسئلوا فاُ فتوا بغير علم فضلّوا واضلّوا ( رواه البخارى و مسلم )

“Dari Abdullah bin Amr bin Ash r.a: Saya telah mendengar Rasullulah Saw.bersabda:Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu itu dengan cara mencabut dari dadanya para hamba,tetapi Dia mencabut ilmu dengan cara mencabut nyawa para ulama.sehingga bila telah tidak tinggal lagi seorang yang berilmu,manusia lalu mengambil.mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh.Dan bila mereka para pemimpin itu di tanya tentang sesuatu,mereka memberika fatwa tanpa ilmu pengetahuansehingga mereeka jadi sesat dan menyesatkan”.(Riwayat Bukhari dan Muslim).




2. Hadis fi’ly

Segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW,Berupa perbuatan yang sampai kepada kita,seperti hadits tentang shalat dan haji.
Contoh Hadits Fil’li
عن جابر رضى الله عنه قال : كان رسول الله صلى الله ص.م. يصلّى على راحلته حيث توجّهت به فاُذا اراد الفريضة نزل فاستقبل القبلة . (رواه البجارى )

“Dari Jabir ra.berkata:Adalah Rasullulah Saw.: Shalat di atas kendaraannya kemana saja arah kendaraannya itu menghadap .maka apabila Beliau hendak shalat fardlu,beliau turun dari kendaraanya kemudian shalat menghadap kiblat”
(Riwayat Bukhari)

3. Hadis taqriry
Segala hadis yang berupa ketetapan Nabi Muhammad SAW terhadapa apa yang datang dari Sahabatnya.Nabi SAW membiarkan sesuatu perbuatan yang dilakukan oleh para sahabat,setelah memenuhi beberapa syarat,baik mengenai pelakunya maupun perbuatanya.
Contoh hadits taqriry:
Misalnya pada suatu ketika Nabi bersama Khalid bin Walid berada dalam suatu
Jamuan makan yang dihidangkan daging biawak.Nabi tidak menegur atas adanya jamuan daging biawak tersebut dan tatkala Nabi di persilakan untuk memakannya beliau bersabada:

لا ولكن لم يكن باُرضى قومى فاُجدنى اُعافه

“Ma’afkan,Berhubung binatang ini tidak terdapat di kampung kaumku,Aku jijik padanya“

III. KEDUDUKAN HADITS TERHADAP AL-QUR’AN
Kedudukan Hadis:

Hadis adalah sumber ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur’an. Artinya Hadis menjadi dasar dan dalil bagi aturan-aturan (baik dalam masalah aqidah, hukum, maupun etika) dalam ajaran Islam bersama-sama dengan al-Qur’an.

Hadits sebagai Sumber Hukum Islam
Dr.Musthafa As-Siba’iy dalam “As-Sunnah wawakantuha fil Tasyiri’il Islamy” hal 343.Menyatakan bahwa Umat Islam zaman dahulu dan zaman sekarang telah sepakat,terkecuali sekelompok orang,yang berpaling menyalahinya,bahwa sunnah rasul yang berupa sabda,perbuatan dan pengakuannya itu,merupakan salah satu sumber hukum islam...”
Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukan bahwa Hadits/Sunnah Rasul tersebut adalah merupakan sumber hukum islam atau sebagai dasar-dasar pokok dari Syari’at Islam.diantarnaya:


Dan kami tidak mengutus seseorang Rasul melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah.
[313] ialah: berhakim kepada selain nabi Muhammad s.a.w.


Dan taatilah Allah dan rasul, supaya kamu diberi rahmat.


IV. FUNGSI HADITS TERHADAP AL-QUR’AN


44. Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka[829] dan supaya mereka memikirkan,

[829] Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran.

Dr.Musthafa As-Siba’iy menjelaskan bahwa fungsi hadits terhadap Al-Qu’an ada tiga:
Memperkuat hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an,baik yang global maupun yang detail.
a. Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam Al-Qur’an yaitu mentaqyidkan yang Mutlak,menthafsilkan yang mujmal dan mentakhishkan yang ‘am.
b. Menetapkan hukum yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an,pada point no 3 ini para Ulama berbeda pendapat,tetapi perbedaan itu,tentanglah wujudnya hukum yang telah di tetapkan oleh Hadits itu,tetapi berkisar pada masalah apakah hukum dari hadits itu berada di luar hukum-hukum Al-Qur’an,ataukah memang telah tercakup jiga oleh nash-nash Al-Qur’an secara Umum.


V. PERBANDINGAN HADITS DENGAN AL-QUR’AN
Perbandingan Antara Al-Qur'an dan Al-Hadits sebagai Sumber Hukum
Sekalipun al-Qur'an dan as-Sunnah / al-Hadits sama-sama sebagai sumber hukum Islam, namun diantara keduanya terdapat perbedaan-perbedaan yang cukup prinsipil. Perbedaan-perbedaan tersebut antara lain ialah :
a. Seluruh ayat al-Qur'an mesti dijadikan sebagai pedoman hidup. Tetapi tidak semua hadits mesti kita jadikan sebagai pedoman hidup. Sebab disamping ada sunnah yang tasyri' ada juga sunnah yang ghairu tasyri . Disamping ada hadits yang shahih adapula hadits yang dha,if dan seterusnya.
b. Al-Qur'an sudah pasti otentik lafazh dan maknanya sedangkan hadits tidak. Apabila Al-Qur'an berbicara tentang masalah-masalah aqidah atau hal-hal yang ghaib, maka setiap muslim wajib mengimaninya. Tetapi tidak harus demikian apabila masalah-masalah tersebut diungkapkan oleh hadits

DAFTAR PUSTAKA


M.Azami,Memahami Ilmu Hadits,PT.Lentera Basritama,jakarta
2003
M.Syuhudi Ismail,Pengantar Ilmu Hadits, Angkasa,Bandung
1994
T.M Hasbi Ash-Shiddieqy,Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits,PT Bulan Bintang,
Jakarta,1993
WWW.NURSIFA.NET

Teori-Teori Konseling

TEORI-TEORI KONSELING


DISUSUN OLEH
Riyan Hidayat : 09.11.08.0050
Jurusan : Bimbingan Konseling Islam
(BKI)







Fakultas tarbiyah
Institut agama islam negeri ( iain )
Raden intan lampung
2010












DAFTAR ISI
Cover Halaman
Teori-Teori Konseling 2
1. Teori konseling “trait & factor” 6
2. Konseling “rational emotive” 9
3. Teori Behavioral 11
4. Teori Gestalt 12
5. Teori Humanistik 13
6. teori konseling “client-centered”(berpusat pada klien) 15
7. Konseling Psikologi Individual 16
8. Konseling Analisis Transaksional 17
Daftar Pustaka



TEORI-TEORI KONSELING

TEORI KONSELING
Perkembangan teori konseling saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini tampak pada hasil-hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal-jurnal penelitian baik skala nasional maupun internasional. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah pada dasarnya merupakan usaha menjawab permasalahan-permasalahan yang terjadi pada dunia bimbingan dan konseling. Fenomena yang terjadi di sekolah sebagai wahana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling menjadi lahan yang baik bagi perkembangan teori konseling.
Saat ini, di era globalisasi, permasalahan yang muncul di sekolah juga menjadi semakin kompleks. Permasalahan tidak saja berkutat kepada kesulitan balajar, tetapi juga masalah-masalah lain seperti narkoba, penyimpangan seksual dan masih banyak lagi.
Permasalahan ini secara langsung akan berdampak kepada konselor sebagai ujung tombak pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Keadaan seperti ini pada dasarnya menuntut konselor untuk secara simultan mengembangkan kemampuan konselingnya dengan didasarkan pada teori-teori konseling yang up to date.

1. TEORI KONSELING “TRAIT & FACTOR”
Beberapa tokoh utama teori sifat dan faktor adalah Walter Bingham,John Darley,Donald G.Paterson, dan E.G. Williamson, tetapi tokoh yang paling menonjol dan terkenal ialah Williamson karena pandangan dan konsepnya telah banyak dipublikasikan dalam berbagai artikel,jurnal dan buku-buku. Teori sifat dan faktor ini sering pula di sebut sebagai konseling direktif atau konseling yang berpusat pada konselor.


A. Konsep Utama
Menurut teori ini,kepribadian merupakan suatu sistem sifat atau faktor yang saling berkaitan satu dengan lainnya seperti kecakapan,minat,sikap dan tempramen.Studi ilmiah yang telah dilakukan adalah (1) mengukur dan menilai ciriciri seseorang dengan tes psikologis, (2) mendefinisikan atau menggambarkan diri seseorang,(3) membantu orang untuk memahami diri dan lingkungannya, dan (4) memprediksikan keberhasilan yang mungkin di capai di masa mendatang.
Hal mendasar bagi konseling sifat dan faktor adalah asumsi bahwa individu berusaha untuk menggunakan pemahaman diri dan pengetahuan kecakapan dirinya sebagai dasar bagi pengembangan potensinya.
Maksud konseling menurut Williamson adalah untuk membantu perkembangan kesempurnaan berbagai aspek kehidupan manusia. Dikatakan bahwa selanjutnya tugas konseling sifat dan faktor adalah membantu individu dalam memperoleh kemajuan memahami dan mengelola diri secara membantunya menilai kekuatan dan kelemahan diri dalam kegiatan dengan perubahan kemajuan tujuan-tujuan hidup dan karir (Shertzer & Stone,1980,171)
Asumsi pokokyang mendasari teori konseling sifat dan faktor adalah:
a. Karena setiap individu sebagai suatu pola kecakapan dan kemampuan yang terorganisasikan secara unk,dan karena kemampuan kualitas relatif stabil remaja,maka tes objektif dapat di gunakan untuk mengidentifikasikan karakteristik-karakteristik.
b. Pola-pola kepribadian dan minat berkorelasi dengan oerilaku kerja tertentu.Oleh karena itu, maka identifkasi karakteristik para pekerja yang berhasil merupakan suatu informasi yang berguna dalam membantu individu memilih karir.
c. Kurikulum yang berbeda akan berbeda menuntut kapasitas dan minat yang berbeda dan hal ini dapat di tentukan.Individu akan belajar dengan lebih mudah dan efektif apabila potensi dan bakatnya sesuai dengan tuntunan kurikulum.
d. Baik siswa maupun konselor hendaknya mendiagnosa potensi siswa untuk mengawali penempatan dalam kurikulum atau pekerjaan.Hasil di agnosa juga dapat di jadikan dasar memprogram kehidupan rumaah tangga.
e. Setiap orang menyukai kecakapan dan keingingan untuk mengidentifikasikan secara kognitif kemampuannya sendiri.Individu berusaha untuk medapatkan dan memelihara kehidupannya dan memanfaatkan kecakapan dalam mencapai kepuasan kerja dengan kehidupan rumah tangga.

B. Proses Konseling
Peranan konselor menurut teori sifat dan faktor adalah memberitahukan konseli tentang berbagai kemampuannya yang diperoleh konselor melalui testing.Berdasarkan hasil testing pula ia mengetahui kelemahan dan kekuatan kepribadian konseli.
Menurut teori proses konseling di bagi menjadi lima tahap atau langkah utama yaitu : (a) Analisis, (b) Sintesis, (c) Diagnosis, (d) Konseling dan (e) Tindak lanjut.
a. Analisis merupakan tahapan kegiatan yang terdiri daripengumpulan informasi dan data mengenai konseli.Sebeum konseling dilaksanakan, baik klien maupun konselor harus mempunyai informasi yag dapat di percaya,tepaat relevan.Analisis dapat dilakukan dengan menggunakan alat-alat seperti :catatan komulatif,wawancara,format distribusi waktu,otobiografi,catatn anekdot,tes psikologis,dan sebagainya.
b. Sintesis merupakan langkah untuk merangkum dan mengatur data hasil analisis yang sedemikian rupa sehingga menunjukkan bakat klien,kelemahan serta,kekuatanya, dan kemampuan penyesuaian diri.
c. Diagnosis sebernarnya merupakan langkah pertama dalam bimbingan hendaknya dapat menemukan ketetapan dan pola yang dapat mengarah kepermasalahan,sebab-sebabnya serta sifat-sifat klien.
d. Konseling merpakan hubungan memabntu konseli untuk menemukan sumber diri sendiri maupun sumber di luar dirinya,baik di lembaga atau di sekolah dan masyarakat dalam upaya mencapai perkemangan dan penyesuaian optimal,sesuai dengan kemampuannya.
e. Tindak lanjut, mencakup bantuan kepada klien dalam menghadapi masalh baru dengan mengingatkannya kepada masalah sumbernya sehinggaa menjamin keberhasilan konseling.



C. Tehnik Konseling
Tehnik konseling sifatnya khusus bagi setiap individu dan masalahnya.Setiap teknik hanya dapat dipergunakan bagi masalah dan klien secara khusus.Teknik-teknik yang digunakan dalam konseling ialah:
a. Penggunaan hubungan intim (rapport). Konselor harus menerima konseli dalam hubungan yang hangat,intim,bersifat pribadi,penuh pemahaman dan terhindar dari hal-hal yang mengancam konseli.
b. Memperbaiki nasihat dan perencanaan program kegiatan. Konseli harus memahami kekuatan dan kelemahan dirinya,dan dibantu untuk mengggunakan kekuatannya dalam upaya mengatasi kelemahannya.
c. Pemberian nasihat dan perencanaan program kegiatan. Konselor mulai bertlak dari pilihan,tujuan,pandangan atau sikap konselor dan kemudian menunjukkan data mendukung atau tidak mendukung dari hasil diagnosis.

2. KONSELING “RATIONAL EMOTIVE”
Tokoh teori ini adalah Albert Ellis.Para ahli psikologis klinis sering mengkhususkan diri dalam bidang konseling perkawinan dan keluarga.

A. Konsep Utama
Ellis memandang bahwa manusia itu bersifat rasional dan juga irasional.Orang berprilaku dalam cara-cara tertentu karena ia percaya bahwa ia harus bertindak dalam cara itu.Orang mempunyai derajat tinggi dalam sugestibilitas dan emosionalitas yang negatif (kecemasan,rasa berdosa, permusuhan dan sebagainya).
Unsur pokok terapi rasional-emotif adalah asumsi bahwa berpikir dan emosi bukan dua proses yang terpisah. Menurut Ellis pikiran dan emosi dua hal yang saling bertumpang tindih,dan dalam prakteknya kedua hal itu saling terkait. Emosi di sebabkan dan di kendalikan oleh pikiran. Padangan yang penting dalam teori ini adalah konsep bahwa banyak perilaku emosional individu yang berpangkal pada “selftalk” atau “omong diri” atau internalisasi kalimat-kalimat yaitu orang yang menyatakan kepada dirinya sendiri tentang pkiran dan emosi yang bersifat negatif.

B. Proses Konseling
Tugas konselor menurut ellis ialah membantu individu yang tidak bahagia dan menghadapi hambatan,untuk menunjukan bahwa: (a) kesulitannya disebabkan oleh persepsi yang terganggu dan pikiran-pikiran yang tidak logis, dan (b) usaha memperbaikinya adalah harus kembali kepada sebab-sebab permulaan.Konselor yang efektif akan membantu klien untuk menguba pikiran,persaan dan perilaku yang tidak logis.
C. Tujuan Konseling Rasional-Emotif
Berdasarakan pandangan dan asumsi tentang hakekat manusia dan kepribadiannya serta konsep-konsep teoritik dan RET,tujuan konseling rasional-emotif adala sebagai berikut:
a) Memperbiki dan merubah sikap,persepsi cara berfikir,keyakinan serta pandangan-pandangan klien yang irasional dan logis menjadi rasional dan logis agar klien dapat mengembangkan dirimeningkatkan self actualizationya seoptimal mungkin melalui prilaku kognitif dan afektif yang postif.
b) Menghilangkan gangguan-gangguan emosional yang merusak diri sendiri seperti :rasa takut,rasa bersalah,rasa berdosa,rasa cemas,merasa was-was,rsa marah, sebagai konseling dari cara berfikir.
Secara lebih khusus Ellis menyebutkan bahwa dengan terapi rasional-emotif akan tercapai pribadi yang tertadai dengan:

a) Minat kepada diri sendiri.
b) Minat sosial.
c) Pengarahan diri.
d) Toleransi terhadap orang lain.
e) Fleksibilitas.
f) Menerima ketidakpastian.
g) Berfikir ilmiah.
h) Penerimaan diri.
i) Berani mengambil resiko.
Sebagai suatu bentuk hubungan yang bersifat membantu terapi rasional-emotif mempunyai karakteristi:
a. Aktif-direktif
b. Kognitif-eksperensial.
c. Emotif-eksperensial.
d. Emotif-eksperensial.
e. Behavioristik.
f. Kondisional.

D. Tehnik-tehnik terapi
Terapi rasional-emotif menggunkan berbagai teknik-teknik yang bersifat kognitif,afektif dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi klien.Berikut ini akan dikemukakan beberapa macam tehnik.
Teknik-teknik emotif (afektif)
a. Teknik Assertive Training, yaitu teknik yang digunakan untuk melatih da mendorong membiasakan klien untuk secara terus menerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku tertentu yang di inginkan.
b. Teknik sosiodarma, yang digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis persaan menekan melalui suatu suasanan yang di dramatisasi sedemikian rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri.
c. Tehnik ‘self modeling’ atau ‘diri sebagai model’ yakni teknik yang digunakan untuk meminta klien atau mengadakan “komitmen” dengan
konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu.


Tehnik-tehnik Behavioristik
a. Teknik Reinforcement (penguatan), yakni tehnik yang digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal (reward) atau pun punisment (hukuman).Bila perilaku klien mengalami kemajuan dalam arti positif,makaia di puji “baik” bila mundur dalam arti masih negatif,maka dikatakan “tidak baik”.
b. Teknik social modeling (pemodelan social),yakni teknik yang digunakan untuk memberikan perilaku-perilaku baru pada klien.Tehnik ini dilakukan agar klien dapat hidup dalam suatu model sosial yang diharapkan dengan cara imitasi (peniruan),mengobservasi,dan menyesuaikan dirisendiri dengan model sosial yang di buat itu.
c. Teknik Live models (model dari kehidupan nyata), yang digunakan menggambarkan perilaku-perilaku tertentu,Khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial,interaksi dengaan memecahkan masalah-masalah.

3. TEORI BEHAVIORAL
Pendekatan behavioral merupakan sebuah pendekatan dalam konseling yang secara umum masih dipergunakan oleh para konselor. Tokoh pendekatan ini antara lain adalah Bandura, Pavlov, Skinner dan masih banyak yang lainnya. Pendekatan ini berasumsi bahwa perilaku manusia merupakan serangkaian hasil belajar. Apa dilakukan oleh seseorang merupakan hasil produksi dari lingkungan yang dominan seperti orang tua, sekolah, masyarakat atau orang lain yang berpengaruh (significant other). Manusia dianggap sebagai mahkluk yang tidak mempunyai daya apa-apa (determinitif). Manusia identik dengan robot, yang tidak memiliki inisiatif dan hanya bisa melakukan sesuatu karena merespon sebuah perintah.
Walaupun teori ini (yang klasik) sudah banyak ditentang oleh aliran-aliran baru dalam konseling, tetapi teori ini tetap saja eksis dengan melakukan beberapa modifikasi. Skinner (dalam Soedarmadji dan Sutujono, 2005) menyatakan bahwa pandangan teori behavioristik terhadap terhadap manusia adalah 1) perilaku organisme bukan merupakan suatu fenomena mental, lebih ditentukan dengan belajar, sikap, kebiasaan dan aspek perkembangan kepribadian, 2) perkembangan kepribadian bersifat deterministik, 3) perbedaan individu karena adanya perbedaan pengalaman, 4) dualisme seperti pikiran dan tubuh, tubuh dan jiwa bukan merupakan hal yang ilmiah, tidak dapat diperkirakan dan tidak dapat mengatur perilaku manusia dan 5) walaupun perkembangan kepribadian dibatasi oleh sifat genetik, tetapi secara umum lingkungan dimana individu berada mempunyai pengaruh yang sangat besar. Uraian tersebut menunjukkan bahwa manusia adalah sosok yang sangat deterministik.
Chamblers & Goldstein (dalam Gilliland, 1989) menyatakan bahwa tidak ada batasan yang jelas mengenai pribadi yang sehat atau tidak sehat. Hal ini disebabkan para tokoh aliran ini mengakui bahwa perilaku maladaptif adalah seperti perilaku adaptif, yaitu dipelajari. Sehingga, tujuan konseling dalam pendekatan ini adalah mengajak konseli untuk belajar perilaku baru, yaitu perilaku yang dikehendaki oleh lingkungan yang dominan.
Terapi perilaku sangat berbeda dengan pendekatan-pendekatan konseling yang lain. Perbedaan mencolok ditandai pada (a) pemusatan perhatian pada bentuk perilaku yang tampak dan spesifik, (b) kecermatan dan penguraian tujuan treatment, (c) perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah dan (d) penafsiran yang obyektif terhadap hasil terapi (Corey, 2005).




4. TEORI HUMANISTIK
Pendekatan humanistik muncul karena ketidakcocokan dengan paradigma pendekatan Behavioristik. Tokoh aliran humanistik antara lain adalah Abraham Maslow, Rogers, Viktor Frankl dan masih banyak lagi yang lainnya. Para ahli ini secara mendasar mengemukakan teori-teorinya berdasar pada pendekatan humanistik, hanya saja, dalam pelaksanaan strategi konseling ada perbedaan-perbedaan.
Pendekatan humanistik yang dikembangkan oleh Abraham Maslow mendasarkan pemikirannya pada teori tentang kebutuhan manusia. Dimana kebutuhan manusia terdiri dari a) kebutuhan biologis dan phisik, b) kebutuhan rasa aman, c) kebutuhan untuk memiliki dan mencintai, d) kebutuhan harga diri dan e) kebutuhan aktualisasi diri.
Hirarki kebutuhan yang diuraikan oleh Maslow menunjukkan bahwa bahwa manusia akan terdorong untuk mencukupi kebutuhannya dan berusaha untuk menyelesaikan kebutuhan-kebutuhannya (accomplished). Perilaku manusia akan termotivasi untuk mencukupi kebutuhannya sampai dengan tingkat kebutuhan yang paling tinggi yaitu aktualisasi diri.

Perkembangan teori humanistik semakin pesat setelah Rogers mengembangkan teori person centered Therapy, dimana palayanan konseling dipusatkan kepada individu. Pandangan teori Rogerian terhadap manusia adalah 1) organisme, merupakan keseluruhan individu (the total individual, 2) Medan phenomenal, merupakan keseluruhan pengalaman individu (the totally of experience), dan 3) Self, merupakan bagian dari medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penillaian sadar dari “I” atau “Me”.
Rogers (dalam Soedarmadji & Sutijono, 2005) berpendapat bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan keadaan dari ada, melainkan suatu proses, “suatu arah buka suatu tujuan”. Hal ini mempunyai makna bahwa pribadi yang sehat bukan merupakan sesuatu yang ada sejak manusia dilahirkan, tetapi merupakan suatu proses pembentukan yang tidak pernah selesai. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak statis (mandeg) tetapi lebih pada usaha untuk terus menjadi sesuatu (becoming). Dengan demikian, Rogers menunjukkan bahwa individu yang sehat adalah mereka yang 1) Terbuka dengan pengalaman baru (opennes to experience), 2) Percaya pada diri sendiri (trust in themselves), 3) mempergunakan sumber-sumber dalam diri untuk melakukan evaluasi (internal source of evaluation), dan 4) Keinginan untuk terus tumbuh (willingness to continue growing).
Pribadi/individu yang tidak sehat menurut Rogers adalah mereka yang mengalami ketaksejajaran (incongruence) antara konsep diri (self-concept) dengan kenyataan yang ada. jika persepsi seseorang terhadap pengalaman itu terganggu atau ditolak, maka keadaan maladjusment atau vulnerability akan muncul. Keadaan incongruence ini dapat menimbulkan berbagai “penyakit” psikologis atau “neurotic behavior” seperti kecemasan, ketakutan, disorganisasi dan selalu menentukan nilai absolut. Dengan demikian, tujuan konseling yang akan dicapai oleh pendekatan ini adalah melakukan revisi terhadap cara pandang konseli.
Pendekatan Rogerian bisa dikatakan tidak memiliki strategi khusus dalam menangani masalah konseli. Hal ini dikarenakan dalam praktik konseling, kualitas hubungan antara konselor dan konseli menjadi proritas utama untuk mengentas permasalahan konseli. Hanya saja, untuk mencapai hal itu, maka dikutuhkan kualitas konselor seperti
1) Genuineness,
2) Unconditional Positive Regard, dan
3) Empathic Understanding.


5. TEORI GESTALT

Teori Gestalt diperkenalkan oleh Frederick Perls. Gestalt dalam bahasa Jeman mempunyai arti bentuk, wujud atau organisasi. Kata itu mengandung pengertian kebulatan atau keparipurnaan (Schultz, 1991). Lebih lanjut, Simkin (dalam Gilliland, 1989) menyatakan bahwa kata Gestalt mempunyai makna keseluruhan (whole) atau konfigurasi (configuration). Dengan demikian Perls lebih mengutamakan adanya integrasi bagian-bagian terkecil kepada suatu hal yang menyeluruh. Integrasi ini merupakan hal penting dan menjadi fungsi dasar bagi manusia.

Proses perkembangan teori Gestalt tidak bisa dilepaskan dari sosok Laura (Lore) Posner (1905-1990). Dia adalah isteri Frederick perls yang secara signifikan turut mengembangkan teori Gestalt. Laura dilahirkan di Pforzheim Jerman. Awal mulanya dia adalah seorang pianis sampai dengan umur 18 tahun. Pada awalnya, Laura juga seorang pengikut aliran Psikoanalisa, yang kemudian pindah untuk mendalami teori-teori Gestalt. Pada tahun 1926, Laura dan Perls secara aktif melakukan kolaborasi untuk mengembangkan teori Gestalt, hingga pada tahun 1930 akhirnya mereka menikah. Pada tahun 1952, mereka mendirikan New York Institute for Gestalt Therapy.

Teori Gestalt memandang manusia dengan asumsi-asumsi sebagai berikut, 1) manusia merupakan suatu komposisi yang menyeluruh (whole) yang diciptakan dari adanya interrelasi bagian-bagian, tidak ada satu bagian tubuh (tubuh, emosi, pemikiran, perhatian, sensasi dan persepsi) yang dapat dipahami tanpa melihat manusia itu secara keseluruhan, 2) seseorang juga merupakan bagian dari lingkungannya dan tidak dapat dipahami dengan memisahkannya, 3) seseorang memilih bagaimana merespon stimuli eksternal, dia merupakan aktor dalam dunianya dan bukan reaktor, 4) seseorang mempunyai potensi untuk secara penuh menyadari keseluruhan sensasi, pemikiran, emosi, dan persepsinya, 5) seseorang mampu untuk membuat pilihan karena kesadarannya, 6) seseorang mempunyai kemampuan untuk menentukan kehidupan secara efektif, 7) seseorang tidak mengalami masa lalu dan masa yang akan datang; mereka hanya akan dapat mengalami dirinya pada saat ini, dan 8) seseorang itu pada dasarnya baik dan bukan buruk.
Menurut teori Gestalt, manusia sehat memiliki ciri-ciri antara lain 1) percaya pada kemampuan sendiri, 2) bertanggungjawab, 3) memiliki kematangan, dan 4) memiliki keseimbangan diri. Sebagai orang yang pernah mempelajari teori psikoanalisa (walaupun ditolaknya) Frankl menunjukkan bahwa orang-orang tidak sehat memiliki ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan oleh teori psikoanalisa sebagai deffense mechanism.
Perilaku menyimpang pada manusia seringkali tidak disadari oleh seseorang, atau bahkan dia menolak bahwa mereka memiliki masalah. Dengan demikian, tujuan konseling dalam keonseling Gestalt adalah reowning. Pengakuan (menyadari) bahwa satu-satunya kenyataan yang kita miliki ialah kenyataan saat ini, orang serupa itu tidak melihat ke belakang atau ke depan untuk menemukan arti atau maksud dalam kehidupan (Schultz, 1991).
Pendekatan Gestalt mengarahkan konseli untuk secara langsung mengalami masalahnya daripada hanya sekedar berbicara situasi yang seringkali bersifat abstrak. Dengan begitu, konselor Gestalt akan berusaha untuk memahami secara langsung bagaimana konseli berpikir, bagaimana konseli merasakan sesuatu dan bagaimana konseli melakukan sesuatu, sehingga konselor akan “hadir secara penuh” (fully present) dalam proses konseling sehingga yang pada akhirnya memunculkan kontak yang murni (genuine contacs) antara konselor dengan konseli.

Pengikut Gestalt selalu mempergunakan kata tanya “Apa/What” dan “Bagaimana/How”. Mereka menjauhi pertanyaan “Mengapa/Why”. Hal ini dikarenakan pertanyaan mengapa mempunyai kecenderungan untuk mengetahui alasan klien. Jika hal ini dilakukan, maka secara tidak langsung konselor telah mengajak klien untuk kembali ke masa lalunya. Selain itu, pertanyaan mengapa akan mengarahkan klien untuk berbuat rasionalisasi dan mengadakan penipuan diri (self-deception) serta lari dari kenyataan yang terjadi saat ini. Lari dari kenyataan yang terjadi saat ini akanmembuat klien mandeg atau stagnasi. Beberapa teknik yang dipegunakan antara lain,
1) teknik kursi kosong,
2) pekerjaan rumah,
3) perilaku yang diarahkan,
4) humor, dan
5) konseling kelompok


6. TEORI KONSELING “CLIENT-CENTERED”(BERPUSAT PADA KLIEN)

Konseling berpusat pada klien sering pula disebut sebagai teori diri (self-teory),konseling non-direktif,dan konseling rogerian,Carl R.Roger di pandang sebagai pelopor dan tokoh konseling tersebut.
A. Konsep Utama
Pendekatan konseling atau yang berpusat pada klien menekankan pada kecakapan klien untuk isu yang penting bagi dirinya sendiri dan pemecahan masalahnnya sendiri.Yang paling penting hubungan kualitas konseling adalah pembentukan suasana hangat,permisif,dan penerimaan yang dapat membuat klien untuk menjelajai struktur dirinya dalam hubungan dengan pengalaman uniknya.
B. Proses Konseling
Konseling yang berpusat pada klien memusatkan pada pengalaman individu.dalam proses disorganisasi dan reorganisasi diri,konseling berupaya untuk meminimalkan rasa diri terancam dan memaksimalakan serta menompang eksplorasi diri.Konselor yang efektif yang berpusat pada klien adalah seorang yang dapat mengembangkan sikaop pada organisasi dirinya. Dan dapat menerapkan secara konsisten dengan teknik konseling.
Pada garis besarnya langkah-langkah proses terapi dalam konseling ialah sebagai berikut:
a. Individu atas kemauannya sendiri datang kepada konselor atau terapis untuk meminyta bantuan.Apalagi individu itu datangya atas petunjuk orang lain.
b. Situasi terapuetik ditetapkan sejak situasi permulaan telah didasarkan ,bahwa yag bertanggung jawab pada hal ini adalah klien.
c. Konselor mendorong memberikan klien agar mampu mengemukakan perasaannya secara bebas berkenaan dengan masalahnya untuk “menolong”dirinya sendiri,konselor harus memperhatikan sifat ramah,bersahabat dan menerima klien sebgaimana adannya.

7. KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL

Psikologi individual dikembangkan oleh Alfred Alder,sebagai suatu sistem yang komperatif dalam memahami individu dalam kaitannya dengan lingkungan sosial. Alder memisahkan diri dari psikoanalisa Freud karena ketidaksetujuannya keada pandangan Freud.
A. Konsep Utama
Konstruk utama psikologi individual adalah bahwa perilaku manusia di pandang sebagai suatu kompensasi terhadap perasaan inferioritas (harga diri kurang).Alder menyebutukan bahwa dalam kehidupan masyarakat,maskkulinitas merupakan simbol superioritas,dan feminitas simbol inferioritas. Hal yang penting lainnya adalah konsep minat kemasyarakatan (comunity interest) sebagai bagian dari kualitas manusiawi. Minat sosial ini mendorong individu untuk mencapai superioritas.Kecemasan timbul disebabkan oleh konsenterasi dalam mencapai superioritas pribadi tanpa memperhitungkan kebutuhan orang lain.
B. Proses Konseling
Tujun konseling Alder adalah mengurangi intensitas perasaan rendah diri (inferior) memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang salah dalam persepsi,menetapkan tujuan hidup hidup,mengembangkan kasih sayang terhadap orang lain dan meningkatkan kegiatan. Pendekatan Alder dalam proses konseling berdasarkan bahwa klien telah membuat kesalahan gaya hidup dan konsepsi merekndakanya tentang kenyataan.Konselor hendakanya membantu mereka untuk mencapai pandangan terhadap kenyataan yang lebih baik dan benar.
Pendekatam konseling biasannya melibatkan pola hidup sekarang yang nampak dan menelusuri kebelakang hingga konselor dan klien memperoleh kejelasan mengenai tujuan superioritasnnya.Menurut Ansbacher & Anbacher (Shertzer & Stone,1980,204) ada tiga komponen pokok dalam memperoleh.Ketiga komponen tersebut:
a) Memeroleh pemahaman gaya hidup klien yang spesifik,gejalaa dan masalahnya,melalui empati,intuisi,dan penafsiran konselor.Dalam unsur ini konselor membentuk hipotesis mengenai gaya hidup dan sitaasi klien.
b) Proses menjelaskan kepada klien,dalam komponen ini hipotesis gaya hidup yang dikembangkan dalam komponen pertama,harus ditafsirkan dan di komunikasikan kepada klien sehingga dapat diterima.psikologi individual menekannkan pentingnya membantu klien untuk memperoleh tilikan terhadap kondisinya.Penjelasan konselor hendaknya sederhana dan terarah sehingga jelas bagi klien dan cocok dengan pengalamananya sendiri.
c) Proses memperkuat minat sosial,klien dengan menghadapakan mereka,secara seimbang, dan menunjukan minat dn kepedulian.

8. KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL

Eric Berne dianggap sebagai pioner yang menerapkan teori analisa transaksional dalam psikoterapi.Dalam terapi ini hubungan klien dengan konselor pandang sebagai suatu transaksional.
A. Konsep Utama
Berne membagi psikoterapi konvesional menjadi dua kelompok ertama kelompok yang melibatkan sugesti,dukungan kembali dan funsi paranetal lainnya,dan kedua adalah kelompok yang melbatka pendekatan “rasional” .Teori analisi transaksional berdasarkan pada munculan manifestasi dan pola-pola perilaku dengan klien. Hal ini di disebut sebagai “transactional stimuls”.Orang lain kemudian akan menyatakan dalam kaitan dengan stimulus.Kepribadian terdiri atas tiga “ego state” yang dapat di pindah dari keadaan yang satu keadaan yang lain.


B. Proses Konseling
Tugas utama konselor yang menggunakan analisa transaksional adalah mengejar bahasa dan ide-ide sistem untuk mendiagnosa transaksi dan membantu individu untuk hidup dalam ego state dewasa ego lainya berfungsi secara tetap. Tujuan konseling adalah membantu klien dalam memperogram pribadinya agar dapat membuat ego state berfungsi pada saat tepat. Tetapi analisis transaksional membuat orang dapat menganlisis transaksi dirinya sendiri.
Teknik-teknik daftar cek,analisis skript atau kuesioner digunakan untuk mengenal keputusan yang telah dibuat sebelumnya.Banyak teknik analisis transaksional dan gestalt dapat di gabungkan secara baik.Klien berpasrtisipasi aktif dalam diagnosis dan diajarkan untuk membuat tafsiran sendiri dan pertimbangan nilai sendiri. Teknik konfrontasi juga banyak digunakan dalam analisis transaksional dan pengauan pertanyaan dan merupakan pendekatan dasar. Untuk brelangsungnya konseling kontrak antara konselor dan klien sangat di perlukan.
C. Kontribusi
Berberapa keuntungan konseling analisis transaksional adalah antara lain:
a) Terminologi yang sederhana dapat di pelajari dengan mudah diterapakan dengan segera pada perilaku yang kompleks.
b) Klien diharapkan dan mendorong untuk mencoba dalam hubungan diluar konseling untuk mengubah perilaku yang salah.
c) Perilaku klien “disini dan sekarang”,merupakan cara untuk membawa perbaikan klien.
d) Penekanan pada pengalaman masa kini dan lingkungan sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Surya Mohamad,Teori-teori Konseling,C.V.Pustaka Bani Quraisy.Bandung
2003

Senin, 10 Januari 2011

Psikologi Sosial Menurut Perspektif Islam

Di Susun Oleh:
Riyan Hidayat : 09.11.08.0050
: Bimbingan Konseling Islam









FAKULTAS TARBIYAH
IAIN RADEN INTAN
LAMPUNG



DAFTAR ISI

Halaman Judul I
Kata pengantar II
Daftar Isi 1
A. Pendahuluan
I.I Gambaran umum 2
I.II Psikologi Agama 3
B. Pembahasan
Psikologi sosial menurut perspektif islam 4
C. Kesimpulan 8
Daftar Pustaka

A. PENDAHULUAN

I.I Gambaran Umum
Akar awal Psikologi Sosial
Walau psikologi sosial merupakan disiplin yang telah lama ada ( sejak Plato dan Aristotle), namun secara resmi, disiplin ini menjadi satu ilmu yang mandiri baru sejak tahun 1908. Pada tahun itu ada dua buku teks yang terkenal yaitu "Introduction to Social Psychology" ditulis oleh William McDougall - seorang psikolog - dan "Social Psychology : An Outline and Source Book , ditulis oleh E.A. Ross - seorang sosiolog. Berdasarkan latar belakang penulisnya maka dapat dipahami bahwa psikologi sosial bisa di"claim" sebagai bagian dari psikologi, dan bisa juga sebagai bagian dari sosiologi. Psikologi sosial juga merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologi dikenal ada dua perspektif utama, yaitu perspektif struktural makro yang menekankan kajian struktur sosial, dan perspektif mikro yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia.. Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi - di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan "social psychological section", sedangkan di Indonesia, secara formal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehingga dalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya.
I.II Pengertian Psikologi Agama
Pada mulanya sering terjadi kejumbuhan dalam memberi batasan yang jelas dan tegas terhadap istilah Psikologi agama. Kesulitan ini terjadi karena terdapat dua aspek substansial ilmu yang terkandung dalam
ilmu ini, yakni ilmu jiwa dan agama. Sudah dimaklumi, keduanya memiliki karakteristik berbeda dan sulit dipertemukan. Psikologi atau ilmu jiwa memiliki sifat “teoritik empirik dan sistematik”7, sementara agama bukan merupakan “ilmu pengetahuan atau saintifik”. Agama merupakan suatu aturan yang menyangkut cara-cara bertingkahlaku, berperasaan, berkeyakinan, dan beribadah secara khusus. Agama menyangkut segala sesuatu yang semua ajaran dan cara


A. PEMBAHASAN

PSIKOLOGI SOSIAL MENURUT PERSPEKTIF ISLAM
Pembahasan tentang psikologi sosial sudah terpapar rapi pada bab sebelumnya bab pendahuluan,sekarang akan di uraikan lebih mendetail perspektif islam yaitu menurut pandangan islam,menurut pandangan islam psikologi lebih di cerna dengan baik dengan pedoman kitab Allah Al-Qur’an dan sabda rasul atau Al-Hadist.kita tahu bahwa “psikologi” memiliki arti ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dengan lingkungannya sedangkan “sosial”dapat di artikan umum,universal atau sebagainya,jadi banyaknya firman Allah tentang hablu minnanas atau yang lainya,misalnya Allah befirman dalam surat An-Nisa ayat 36 yaitu kewajiban terhadap Allah dan sesama manusia.

Artinya:
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh[294], dan teman sejawat, ibnu sabil[295] dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,
[294] dekat dan jauh di sini ada yang mengartikan dengan tempat, hubungan kekeluargaan, dan ada pula antara yang muslim dan yang bukan muslim.
[295] Ibnus sabil ialah orang yang dalam perjalanan yang bukan ma'shiat yang kehabisan bekal. termasuk juga anak yang tidak diketahui ibu bapaknya.
di dalam ayat tersebut Allah memrintahkan manusia agar berbuat baik keada orang tua,kerabat karib,anak yatim,orang-orang miskin tetangga terdekat dan tetangga yang jauh,jadi bisa di ambil kesimpulan dalam firman Allah di atas bahwa tingkat interaksi psikologi sosial sangat teraplikasi dalam surat tersebut yang adanya saling sikap interaksi baik umum maupun pribadi bahkan sikap saling toleran terhadap sesama membuktikan bahwa islam dalam kalamnya Al-Qur’an menyuruh manusia melakukan apa yang ada pada asas-asas psikologi sosial.selain itu sabda Rasullulah mengenai tentang psikologi sosial seperti diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim yaitu:
الحــديث السادس والعشرون
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ، كُلُّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraanya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Bersyukur kepada Allah ta’ala setiap hari atas kesehatan anggota badan.
2. Allah telah menjadikan -sebagai rasa syukur terhadap ni’mat-Nya- setiap anggota badan untuk menolong hamba-hamba Allah ta’ala, bersedekah kepada mereka dengan menggunakannya sesuai kemaslahatannya.
3. Temasuk sedekah adalah : Menahan tangan dan lisan untuk tidak menyakiti orang lain, justru seharusnya digunakan untuk menunaikan hak-hak setiap muslim.
4. Jasad harus dikeluarkan zakatnya sebagaimana harta ada zakatnya. Zakat badan adalah melakukan perbuatan baik, bersedekah dan pintu-pintunya banyak.
5. Anjuran untuk mendamaikan kedua belah fihak, tolong menolong, mengucapkan kalimat yang baik, berjalan menuju shalat dan menyingkirkan penghalang dari shalat.
6. Anjuran untuk membersihkan sarana-sarana umum.
7. Anjuran untuk melakukan keadilan, karena dengan keadilanlah ditegakkan langit dan bumi.
Dari uraiain hadist di atas dapat digambarkan tingkat sosial manusia yang tinggi dan dapat menyempurnakan rasa sosial menjadikan seseorang di pandang baik karena perbuatan yang ia lakukan terhadap individu yang lainya yang di gambarkan dengan bersedekah.
Untuk menjaga kemuliaan dan kedudukan seseorang manusia sebagai satu kesatuan maka islam meletakkan kaedah-kaedah yang akan menjaga hakekat kemanusiaan tersebut dalam hubungan antar individu maupun kelompok.ada beberapa asas:
a) Saling menghormati dan memuliakan
Sebagaimana Allah memuliakan manusia,menjadi keharusan setiap manusia untk saling menghormati dan memuliakan,tanpa memandang jenis suku,warna kulit,bahasa dan keturunan.bahkan islam mengajarkan untuk menghormati manusia walaupun menjadi mayat.Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW berdiri Khusu’menghormati jenazah seorang yahudi.Kemudian seorang berkata”Wahai Rasullulah,sesungguhnya dia jenazah yahudi”.Nabi SAW bersabda “bukankah dia juga seorang berjiwa?”(HR Imam Muslim).
b) Berlapang dada dan toleransi (tasamuh)
Sebetulnya mkna tasamuh adalah sabar menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain,pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dengan keyakinan dan batil menurut pandangan kita.seperti firman Alllah di dalam surat Al-Mujadillah Ayat 11
                  
11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu",
c) Saling tolong menolong
Tabiat manusia adalah mahluk sosial,karena tidak ada seorang pun yang mampu hidup sendiri,tanpa bergaul dengan saudaranya.Dengan bermualamah antar manusialah akan sempurna pemanfaatan dan kegunaan.Disana banyak sekali kebutuhan seorang individu yang tak mampu di penuhi sendiri.Bahkan islam tidak sekedaar mengesahkan asas ini sebagai asas dalam hubungan antar manusia,tapi lebih jauh lagi islam menentukan bahwa hamba selamanya bergantung kepada pertolongan Allah SWT.Nabi Muhammad SAW bersabda:”Dan Allah selalu menolong seseorang selama orang tersebut selalu menolong saudaranya”.(HR Muslim) dan Allah befirman dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Maidah ayat 2

dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
Dalam ketiga Asas tersebut islam memberikan training motivation buat kita bahwa islam sangat kental dengan yang berbau dengan interaksi sosial baik secara individu maupun dalam suatu kelompok sosial,jadi pandangan islam terhadap psikologi sosial sangat nyata buktinyza banyaknya firman Allah dan Sabda Rasullulah yang berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan berdunia.Jadi kita harus bangga menjadi orang muslim karena Allah sudah menjanjikan kepada Umatnya yaitu kenikmatan Surga maupun Akhirat,semoga kita termasuk orang zang mendapatkan rahmat-Nya.Amin.





KESIMPULAN
jadi kesimpulan dari pembahasan di atas mengenai psikologi sosial menurut presfektif islam ialah islam merupakan agama yang Universal dan agama yang mengutamakan kebersamaan dalam kehidupan beragama baik dengan musyawarah,dewan syuro’ dan merupakan timbal balik adanya interaksi sesama manusia atau Hablu minannas seperti dalam firman Allah di dalam surat An- ayat 36 dan sabda rasul yang diriwayatkan oleh bukhori dan muslim.Yang kesemua firma dan hadist lagi menjabarkan tentang kehidupan bermasyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an nur karim dan Al-Hadist
Artikel; Psikologi Islam, Transpersonal dan Psikologi Kesehatan Tuesday, September 18, 2007.
Abdul. Aziz Masyhuri, Mutiara Quran Dan Hadits, Al-Ikhlas, Surabaya:
1980.
Netty Hartati.dkk, Islam dan Psikologi, PT Rajagrafindo Persada, Jakarta : 2003.
http//www.google.com/blgospot artikel tentang psikologi sosial menurut pandangan islam.
Social Psychology, James A. Wiggins, Beverly B. Wiggins, James Vander Zanden, Fifth Edition, 1994, McGraw-Hill, Inc.

Perkembangan Bakat Khusus

Disusun Oleh
Riyan Hidayat : 09.11.08.0050
Jurusan : Bimbingan Konseling Islam
(BKI)




FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
RADEN INTAN LAMPUNG
2010


DAFTAR ISI
Cover halaman
Kata Pengantar
Daftar Isi 1
Bab I. Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah 2
b. Rumusan Masalah 2
Bab II. Pembahasan
a. Pengertian bakat khusus 3
b. Jenis-jenis bakat khusus 4
c. Hubungan antara bakat dan prestasi 4
d. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
bakat khusus 5
e. Perbedaaan individual dalam bakat khusus 6
f. Upaya pengembangan bakat khusus remaja dan impikasinya bagi pendidikan 6
Kesimpulan 8
Daftar Pustaka


BAB .I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pada zaman modern ini orang tua semakin sadar bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar-tawar. Oleh sebab itu tidak mengherankan pula bahwa semakin banyak orang tua yang merasa perlu cepat-cepat memasukkan anaknya ke sekolah sejak usia dini. Mereka sangat berharap agar anak-anak mereka “cepat menjadi pandai.” Sementara itu banyak orang tua yang menjadi panik dan was-was jika melihat adanya gejala-gejala atau perilaku-perilaku anaknya yang berbeda dari anak seusianya. Misalnya saja ada anak berumur tiga tahun sudah dapat membaca lancar seperti layaknya anak usia tujuh tahun; atau ada anak yang baru berumur lima tahun tetapi cara berpikirnya seperti orang dewasa, dan lain-lain. Dapat terjadi bahwa gejala-gejala dan “perilaku aneh” dari anak itu merupakan tanda bahwa anak memiliki kemampuan istimewa. Maka dari itu kiranya perlu para guru dan orang tua bisa mendeteksi sejak dini tanda-tanda adanya kemampuan istimewa pada anak agar anak-anak yang memiliki bakat dan kemampuan isitimewa seperti itu dapat diberi pelayanan pendidikan yang memadai.
2. Rumusan Masalah
Berbagai bakat khusus yang di miliki seseorang atau individu umumnya berbeda dengan individu yang lainya, karena banyak faktor yang dapat menyebabkan itu antara ain faktor keturunan,sosial-kultur dan sebagainya. Rumusan Masalah ini membahas tentang:
a) Apa itu yang di maksud dengan bakat khusus?
b) jenis-jenis bakat khusus?
c) Hubungan antara bakat dan prestasi?
d) Faktor-faktor yang memmengaruhi perkembangan bakat khusus?
e) Perbedaan individual dalam bakat khusus?
f) Upaya pengembangan bakat khusus remaja dan implikasinya?
Rumusan masalah di atas akan di bahasa pada BAB II. Pembahasan.


BAB II. PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS

A. PENGERTIAN BAKAT KHUSUS
Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potensial ability) yang masih perlu pengembangan dan pelatihan lebih lanjut karena sifatnya masih bersifat potensial.
Menurut Utami Munandar,1992 bakat merupakan potensi yang masih memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud.Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang memiliki makna daya untuk melakukan sesuatu,sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas (capacity) dengan sinonimya yaitu, kemampuan yang dapat dikembangakan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal (cony seniawan 1987).Dengan demikian dapat disarikan bahwa bakat masih merupakan suatu potensi yang akan muncul setelah memperoleh pengembangan dan latihan.Adapun kemampuan dan kapasitas ialah suatu tindakan yang dapat dilaksanakan atau akan dapat dilaksanakan.
Ayat yang berkenanan dengan bakat atau pembawaan di jelaskan pada Q.S AT-Tin ayat 4
 Artinya:”Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” .
Ayat diatas mempunyai arti bahwa manusia diciptakan memiliki bakat yang memang ada sejak manusia di ciptakan,dengan kata lain dengan sebaik-baiknya yaitu dengan semua potensi atau bakat yang di berikan oleh Allah S.W.T sejak manusia di ciptakan.
Bakat disini dapat dikatakan bersifat umum dan khusus ,bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi bersifat umum.Misalnya bakat intelektual secara umum,sedangkan bakat khusus apabila kemampuan yang bersifat potensi tersebut bersifat akademik,sosial dan seni kinestetik. Bakat khusus ini biasanya di sebut dengan talent, sedangkan bakat umum intelektual di sebut dengan gifted.
Dengan bakat memungkinkan manusia atau seseorang mencapai prestasi dalam bidang tertentu.tetapi untuk mewujudkan bakat kedalam suatu prestasi diperlikan latihan,pengetahuan,pengalaman,dan motivasi (Conny Seniawan,1987)
B. JENIS-JENIS BAKAT KHUSUS
Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik,akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai dengan potensinya.
Conny Semiawan dan Utami Munandar (1987) mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusu,baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud,menjadi lima bidang:
1) Bakat akademik khusus.
2) Bakat kreatif-peoduktif.
3) Bakat seni.
4) Bakat kinestetik atau psikomotorik (contohnya bakat olahraga ) dan
5) Bakat sosial.
Termasuk kedalam bakat akademik khusus,misalnya bakat untuk kerja dalam angka-angka atau logika,bahasa dan sejenisnya.Bakat khusus dalam bidang kreatif produktif artinya bakat dalam menciptakan sesuatu yang baru misalnya menemukan teknologi baru,dan sejenisnya,bakat khusus dalam bidang seni,misalnya mampu mengarasemen musik dan sangat di kagumi,mampu menciptakan lagu dalam waktu yang lumayan singkat,mampu meukis yang sangat indah dalam waktu singkat dan sejenisnya.Bakat khusus kinestetik,misalnya bakat khusus pada olahraga,dan bakat khusus sosial misalnya mampu bernegoisasi dengan baik,sangat mahir menawarkan suatu produk,sangat mahir dalam kepemimpinan.
C. HUBUNGAN ANTARA BAKAT DENGAN PRESTASI
Perwujudan dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami munandar) karena bakat dan kemampuan dapat menentukan prestasi seseorang. Misalnya orang yang memiliki bakat dalam bidang matematika di predisikan mampu mendapatkan prestasi yang baik dalam bidang matematika.
Perlu di tekankan bahwa karena bakat masih bersifat potensial,seorang yang berbakat belum mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika tidak mendapat kesempatan untuk mengembangkan bakatnya secara maksimal,makudnya ini iaah dapat berupa motivasi yang tinggi,fasilitas yang lengkap dan mendapat arahan yang tepat,walaupun dia seseorang tidak memiliki latar belakang orang tua yang berpendidikan tapi memungkinkan jika seseorang memiliki motivasi yang tinggi di bantu arahan yang tepat akan menghasilkan bentuk prestasi unggul.
D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN BAKAT KHUSUS.
Conny Semiawan (1987) dan Utami Munandar (1992) menegaskan bahwa berbeda dengan kemampuan yang menunjuk pada suatu kinerja (performance) yang dapat dilakukan sekarang.Bakat sebagai potensi masih memerlikan pendidikan dan latihan agar kinerja (performance) dapat dapat dilakukan pada masa yang akan datang.
Ada sejumlah faktor yang memperngaruhi perkembangan bakat khusus yang secara garis besar dikelompokkan menjadi faktor internal dan eksternal.Faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri individu,faktor-faktor internal tersebut ialah.
a. Minat
b. Motif berprestasi.
c. Keberanian mengambil resiko.
d. Keuletan dalam mengahadapi tantangan,dan
e. Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan timbul.
Adapun faktor eksternal ialah faktor yang berasal dari lingkungan individu tumbuh dan berkembang,faktor-faktor eksternal meliputi:
a. Kesempatan maksimal untuk mengembangankan diri.
b. Sarana dan prasarana.
c. Dukungan dan dorongan dari orang tua/keluarga.
d. Lingkungan tempat tinggal dan
e. Pola asuh orang tua.
Individu yang memiliki bakat khusus dan memperoleh dukungan internal maupun eksternal,yaitu memiliki minat yang tinggi terhadap bidang yang menjadi bakat khususnya,memiliki motivasi berprestasi yang tinggi,memiliki daya juang yang tinggi,dan ada kesempatan maksimal untuk mengembangakan bakat khususnya tersebut secara optimal maka akan memunculkan kinerja atau kemampuan unggul dan mencapai prestasi yang menonjol.
E. PERBEDAAN INDIVIDUAL DALAM BAKAT KHUSUS
Dilihat dari aspek apa pun,setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lain.Demikian juga dalam aspek bakat khusus,secara umum individu memiliki bakat khusus yang berbeda-beda.
Conny Semiawan (1987) dan Utami Munandar (1992) perbedaan bakat khusus ini teretak jenisnya dan kuaaitasnya. Perbedaan dalam jenis ini dari kemampuan yang di tunjukkan. Misalnya,seseorang memiliki bakat khusus bekerja dengan angka (numerical aptitude), yang lain lebih menonjol pada bahasa ,sementara yang lainya lagi memiliki bakat yang menonjol dalam bidang musik. Sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna bahwa di antara individu satu dengan yang lainya memiliki bakat khusus yang sama,tetapi kuaitasnya berbeda. Misalnya,antara dua orang yang sama-sama memiliki bakat khusus untuk bekerja dengan angka. Orang pertama memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan orang dua.

F. UPAYA PENGEMBANGAN BAKAT KHUSUS REMAJA DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN
Agar dapat mengimplikasikan bakat khusus seseorang atau individu secara optimal,mereka memerlukan progam pendidikan khusus seseuai dengan bakatnya. Program pendidikan untuk mengembangkan individu berbakat khusus agar mencapai prestasi unggul biasanya dikenal dengan istilah pendidkan berdiferensi.Program pendidkan ini merupakan peayanan di luar jangkauan program pendidikan biasa agar dapat merealisasikan bakat dan kemampuannya secara optimal,baik untuk pengembangan diri maupun untuk memeberikan sumbangan yang berarti bagi kemajuan bangsa dan negara (Cony Semiawan (1987) dan Utami Munandar (1992). Kurikulumya dalam program pendidikan ini pun di sebut kurikuum berdiferensiasi.
Ada sejumlah langkah –langkah yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bakat khusus individu,yaitu sebagai berikut:
1. Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat khususnya dengan mengusahakan dukungan baik psikologis maupun fisik.
2. Berupaya menumbuhkembangkan minat dan motif berprestasi tinggi dikalangan anak dan remaja baik dalam lingkungan keluarga sekolah maupun masyarakat.
3. Meningkatkan daya juang kegigihan pada diri anak pada remaja dala menghadapai tantangan dan kesulitan.
4. Mengembangkan program pendidikan berdiferensi disekoah dengan kurikulum berdiferensiasi pula,guna memberikan pelayanan secara lebih lebih efektif kepada anak dan remaja yang memiliki bakat khusus.


KESIMPULAN

Jadi yang di maksud dengan bakat khusus ialah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Apabila kemampuan yang bersifat potensi tersebut bersifat akademik,sosial dan seni kinestetik. Bakat khusus ini biasanya di sebut dengan talent, sedangkan bakat umum inteektual di sebut dengan gifted.
Jenis-jenis bakat khusus terbagi menjadi:
1) Bakat akademik khusus.
2) Bakat kreatif-peoduktif.
3) Bakat seni.
4) Bakat kinestetik atau psikomotorik (contohnya bakat olahraga ) dan
5) Bakat sosial.
Adapun faktor-faktor yang memengaruhi perkembagan bakat khusus ialah terbagi dua yaitu faktor internal dan eksternal,faktor internal ialah faktor yang berasal dari dalam diri individu tersebut kemudian faktor eksterna ialah faktor yang berasal dari luar diri individu antara faktor lingkungan dsb.
Kemudian perbedaan individual dalam bakat khusus antara lain ialah bisa terletak pada jenis dan kualitasnya.



DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an Nur Karim
Ali Mohammad,Asrori, Psikologi Remaja (perkembagan peserta didik),PT.Bumi
Aksara ,Jakarta 2009
Harlock, E.B, Psikologi Perkembangan, PT. Erlangga, Jakarta, Edisi Lima

ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP BIMBINGAN DAN KONSELING

MAKALAH
ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP
BIMBINGAN DAN KONSELING
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Dalam Mata kuliah Dasar-dasar Konseling kepada Ibu. Rifda.M.pd

DISUSUN OLEH
Riyan Hidayat : 09.11.08.0050
Jurusan : Bimbingan dan Konseling
Islam








FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
RADEN INTAN LAMPUNG








DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL I
KATA PENGANTAR II
DAFTAR ISI 1
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah 2
Permasalahan 2
PEMBAHASAN
Orientasi Bimbingan dan Konseling 3
Orientasi perseorangan 3
Orientasi perkembangan 4
Orientasi Permasalahan 4
Ruang lingkup bimbingan dan konseling 5
Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah 5
Tanggung jawab konselor kepada sekolah. 6
Bimbingan dan konseling keluarga 6
Bimbingan dan konseling dalam lingkungan yang lebih luas 7
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pelayanan bimbingan dan konseling diselenggarakan terhadap sasaran layanan,baik formal maupun formal individu maupun kelompok.Ynag sering menjadi pertanyaan ialah hal-hal apakah yang menjadi pusat perhatian atau titik berat pandangan konselor dalam menyelegarakan lyanan bimbingan dan konseling?Hal inilah yang menimbulkan konsep tentang orientasi yaitu orientasi perseorangan,orientasi perkembangan,orientasi permasalahan.
Lebih jauh lagi Bab ini membahas ruang lingkup kerja bibingan dan onseling,yaitu daerah tempat dilaksananakn pelayanan bimbingan dan konseling,pelayanan dengan orientasi perseorangan,perkembangan,dan permasalahan itu diselengarakan di dalam ruang lingkup sekolah dan luar sekolah.
B. Permasalahan
Dalam Bab ini terdapat permasalahan pokok yang terdapat pada bahasan di bab pembahasan,permasalahan itu ialah:
a. Apakah yang itu Orientasi bimbingan dan onseling dan apakah yang menjadi titik berat Orientasi bimbingan dan konseling?
b. Bagaimanakah ruang lingkup pelayanan bimbingan dan konseling?

PEMBAHASAN
ORIENTASI DAN RUANG LINGKUP KERJA
BIMBINGAN DAN KONSELING

A. Orientasi bimbingan dan konseling
Orientasi yang di maksud di sini adalah”pusat perhatian” atau “titik berat
perhatian misal nya seorang yang berorientasi ekonomi maka ia akan menitik beratkan pandangan atau memusatkan perhatiannya pada perhitungan untung rugi yang dapat ditimbulkan oleh pergaulan yang ia akan dengan orang lain. Sedangkan orang yang berorientasi agama akan melihat pergaulan itu sebagai lapangan tempat dilangsungkannya ibadah menurut ajaran agama.
1) Orientasi perseorangan
Misalnya seorang konselor memasuki sebuah kelas di dalam kelas itu ada sebuah
orang siswa, apakah yang menjadi titikberat pandangan konselor berkenaan dengan sasaran layanan, yaitu siswa-siswa yang hendaknya memperoleh layanan bimbingan dan konseling, semua siswa itu keseluruhan ataukah masing-masing siswa seorang demi seorang? ”Orientasi” perseorangan menghendaki agar konselor menitik beratkan pada siswa secara individual.
Sebuah kaidah yang berkaitan dengan orientasi perorangan dalam bimbingan
konseling dapat dicatat sebagai berikut :
a. Semua kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka pelayanan bimbingan dan konseling diarahkan bagi peningkatan perwujudan diri sendiri setiap individu yang menjadi sasaran layanan.
b. Pelayanan bimbingan dan konseling meliputi kegiatan berkenaan dengan individu untuk memahami kebutuhan-kebutuhannya, motivasi-motivasinya.
c. Setiap konseli harus diterima sebagai individu dan harus ditangani secara individual.
d. Adalah menjadi tanggung jawab konselor untuk memahami minat, kemampuan dan perasaan konselor untuk mempelajari individu merupakan dasar bagi program BK.

2) Orientasi perkembangan
Secara khusus Thompson dan Rudolph (1983) melihat perkembangan individu dari sudut perkembangan kognisi, dalam perkembangannya anak-anak berkemungkinan mengalami hambatan perkembangan kognisi.
Empat bentuk hambatan kognisi
a. Hambatan egosentrisme,Yaitu ketidak mampuan melihat kemungkinan lain diluar apa yang dipahaminya.
b. Hambatan Konsenterasi,Yaitu ketidak mampuan untuk memusatkan pehatian pada lebih dari satu aspek tentang sesuatu hal.
c. Hambatan Reversibilitas,Yaitu ketidakmampuan mnelusuri alur yang terbaik dari alur yang di pahami semula.
d. Hambatan Transpormasi,Yaitu ketidak mampuan meletakkan sesuatu paada susunan urutan yang ditetapkan.
3. Orientasi Permasalahan
Jenis masalah yang mungkin diderita oleh individu amat bervariasi Roo L. Mooney ( dalam Prayitno, 1987 ) mengidentifikasi 330 masalah yang digolongkan ke dalam 11 kelompok masalah, yaitu kelompok masalah yang berkenaan dengan :
a. Perkembangan jasmani dn rohani atau ( kesehatan ) (PJK)
b. Keuangan, keadaan linkungan, lapan pekerjaan (KLP)
c. Kegiatan sosial dan reaksi (KSR)
d. Hubungan muda-mudi dan perkawinan (HPP)
e. Hubungan sosial dan kejiwaan (HSK)
f. Keadaan pribadi kejiwaan (KPK)
g. Moal dan agama (MDA)
h. Keadaan rumah dan keluarga (KRK)
i. Masa depan pendidikan dan pekerjaan (MPP)
j. penyesuaian terhadap tugas-tugas sekolah (PTS)
k. kurikulum sekolah dan prosedur pengajaran (KPP)
Frekuensi munculnya masalah di warnai oleh berbagai kondisi lingkungan di sekolah.(prayitno.1980).
B. Ruang Lingkup Pelayanan bimbingan dan konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting,baik bagi individu yang berada dalam lingkungan sekolah,rumah tangga(keluarga) maupun pada masyarakat umum nya.
1) Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah
Sekolah merupakan lembaga formal yang secara khusus di bentuk untuk menyelenggarakan pendidikan bagi warga masyarakat.
a. keterkaitan antara bidang pelayanan bimbingan dan konseling dan bidang-bidang lainnya.
Dalam proses pendidikan,khususnya disekolah,mortensen dan schmuller (1976) mengemukakan adanya bidang-bidang tugas dan pelayanan yang saling terkait.
Bidang-bidang tersebut terlihat pada gambar tersebut:
Bidang:

Administerasi
dan Superfisi.
Bidang:
Pengajaran
Bidang:
Bimbingan &
Konseling
Gambar: Bidang-bidang pelayanan di sekolah
Dalam gambar tersebut terdapat tiga bidang pelayanan pendidikan,yaitu bidang kurikulum dan pelaksanaan pengajaran,bidang Administerasi dan kepemimpinan dan kesiswaan:
a. Bidang Kurikulum dan pengajaran,meliputi semua bentuk pengembangankurikulum dan pelaksanaan pengajaran,Yaitu penyampaian dan pengembangan pengetahuan,keterampilan,sikap,kemampuan berkomunikasi peserta didik.
b. Bidang administerasi dan kepemimpinan,Yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi berkenaan dengan tanggung jawab dan pengambilan kebijaksanaan,serta bentuk-bentuk kegiatan pengelolaan dan administerasi sekolah,seperti perencanaan ,pembiayaan,pengadaan,pengembangan staf,prasarana dan saran fisik dan pengawasan.
c. Bidang Kesiswaan,yaitu bidang meliputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu kepada pelayanan kesiswaan secara individual agar masing-masing peserta didik itu dapat berkembang sesuai dengan bakat,potensi,dan minat-minatnya,serta tahap-tahap perkembangannya.

1. Tanggung jawab konselor kepada sekolah.
a) Tanggung jawab konselor kepada siswa:
 memiliki kewajiban dan kesetiaan utama dan terutama kepada siswa yang harus di perlakukan sebagai individu yang unik.
 menyelenggarakan bimbingan konseling secara tepat dan profesional.
 menjaga kerahasiaan tentang siswa dan sebagainya
1) Pelayanan bimbingan dan konseling di luar sekolah
a. Bimbingan dan konseling keluarga
Keluarga merupakan satuan persekutuan hidup yang paling mendasar dan merupakan pangkal kehidupan masyarakat. Palmo Lowry, Weldon dan Scioscia (1984) mengidentifikasikan perubahan-perubahan yang terjadi secara signifikan mempengaruhi struktur dan kondisi keluarga, yaitu meningkatnya perceraian, kedua orang tuanbekerja, pengangkatan anak, emansipasi pria-wanita dan kebebasan hubungan seksual. Bimbingan konseling keluarga menurut Palmo dkk. Sebenarnay bukanlah sesuatu yang baru. Pelayanan tersebut telah dimulai sejak tahun 1940 an, dan sejak tahun 1980 an pelayanan yang menangani permasalahan dalam keluarga itu tampak berkembang dengan cepat.
b. Bimbingan dan konseling dalam lingkungan yang lebih luas
Menurut (Chiles dan Elten, 1983) pelayanan bimbingan konseling yang
menjangkau daerah kerja yaitu yang mampu bekerjasama selain dengan guru, administator dan orang tua juga dengan berbagai komponen dan lembaga di masyarakat secara lebih luas.
Konselor seperti ini bekerja dengan masalah-masalah personal, emosional, sosial, pendidikan dan pekerjaan, yang kesemuanya itu mencegah timbulnya masalah, pengentasan masalah, dan menunjang perkembangan individu anggota masyarakat.
Konsep profesional yang multidimensional itu akan lebih banyak berperan sebagai pelatih dan supervision, di samping penyelenggaraan layanan dan kegiatan “tradisional” bimbingan dan konseling bagi kaum muda dan anggota masyarakat lainnya (goldman, 1976)



DAFTAR PUSTAKA

http://images.dartono.multiply.multiplycontent.com.
Prayitno,Dasar-dasar bimbingan dan konseling, Jakarta:PT.Reineka Cipta,
2004.












KESIMPULAN
Orientasi yang di maksud di sini adalah”pusat perhatian” atau “titik berat
perhatian misal nya seorang yang berorientasi ekonomi maka ia akan menitik beratkan pandangan atau memusatkan perhatiannya pada perhitungan untung rugi yang dapat ditimbulkan oleh pergaulan yang ia akan dengan orang lain. Sedangkan orang yang berorientasi agama akan melihat pergaulan itu sebagai lapangan tempat dilangsungkannya ibadah menurut ajaran agama.
1. Orientasi perseorangan
2. Orientasi perkembangan
3. Orientasi Permasalahan


C. Ruang Lingkup Pelayanan bimbingan dan konseling
Pelayanan bimbingan dan konseling memiliki peranan penting,baik bagi individu yang berada dalam lingkungan sekolah,rumah tangga(keluarga) maupun pada masyarakat umum nya.
a. keterkaitan antara bidang pelayanan bimbingan dan konseling dan bidang-bidang lainnya.
b. Tanggung jawab konselor kepada sekolah
c. Bimbingan dan konseling keluarga
d. Bimbingan dan luas lebih yang lingkungan dalam konseling

Dasar-dasar Pemahaman Perilaku

MAKALAH
DASAR-DASAR PEMAHAMAN
PERILAKU

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok Dalam Mata kuliah Dasar-dasar pemahaman perilaku kepada Ibunda tercinta Rifda M.Pd


DISUSUN OLEH
Riyan Hidayat : 09.11.08.0050
Jurusan : Bimbingan Konseling Islam
(BKI)










FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
RADEN INTAN LAMPUNG
2010



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL I
KATA PENGANTAR II
DAFTAR ISI 1
PEMBAHASAN 1
A. Konsep dasar pemahaman perilaku 2
B. Mekanisme perilaku menurut tokoh :
a. Psikoanalisis 3
b. Behaviorisme 6
c. Humanistik 7
C. Konsep-konsep psikologis yang mendasai perilaku sosial individu 9
D. Konsep,Indikator,dan Pengukuran:
a. Motif & Motivasi 10
b. Kreativitas 11
c. Intelegensi (IQ) 13
d. Minat dan Bakat 14
e. Emosi 17

DAFTAR PUSTAKA 

I. Pembahasan

1. Konsep dasar perilaku individu

Perilaku tidak timbul sendiri sebagai akibat dari adanaya stimulus,atau rangsangan yang mengenai individu atau organisme.perilaku merupaan jawaban atau respon terhadap stimulus yang mengenainya.
Formulasi I : R=F (S,O)
Ket: R :Respons
F :Fungsi
S :Stimulus
O :Organisme
Menurut Wood Woarth & Sholsgerg
Respon merupakan fungsi atau bergantung pada Stimulus dan Orgnisme.
Formuasi II : B=F (F=O)
Ket: B : Behavior (perilaku)
F : Fungsi
E : Environment (lingkungan)
O : Organisme
Tingkah laku bergantung dari lingkungan organsisme:
B Ket: B : Behavior (perilaku)
E : Enviroment (Lingkungan)
P : Person (Organisme)
E P

Perilaku manusia di bedakan menjadi 2 yaitu:
1. Reflektif yaitu di lakukan secara reflek (spontan)
2. Non Reflektif yaitu perilaku dia tur oleh otak.



A. Mekanisme Perilaku Menurut Tokoh Psikoanalisis.
a. Sigmund Freud
Mekanisme perilaku ini adalah:
1. Represi
Yaitu mekanisme yang dilakukan ego untuk meedakan kecemasan dengan jalan menekan dorongan-dorongan yang menjadi penyebab kecemasan kedalam ketidaksadaran.Freud menyebutkan manifestasi dorongan yang di tekan tersebut sebagai psikopatologi kehidupan sehari-hari(psychopathology of every day)
2. Sublimasi
Yaitu mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi kecemasan dengan cara megubah dan menyesuaikan dorongan primitif das es yang menjadi penyebab kecemasan kedalam bentuk tingkah laku yang bisa diterima dan bahkan bisa di hargai masyarakat,misalnya seorang yang memliki dorongan agresi kuat kemudian bekerja menjadi tukang jagal.
3. Proyeksi
Yaitu mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi kecemasan dengan cara mengalihkan dorongan,sikap atau tingkah laku yang menimbulkan kecemasan kepada orang lain.
4. Displeacement
Yaitu mekansme pertahanan diri untuk mengatasi kecemasan dengan cara mengungkapakan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya atau kurang mengancam dibandingkan dengan objek atau individu semula.
5. Rasionalisasi
Yaitu mekansme pertahanan diri untuk mengatas kecemasan dengan cara memutarbalikan kenyataan yang mengancam ego melalui dalih alasan tertentu yang seakan-akan masuk akal sehingga tidak mengancam ego yang bersangkutan.
6. Reaksi formasi
Yaitu mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi kecemasan dengan mengendaikan dorongan-dorongan prmitif agar tidak mencul dalam kesadaran dengan cara menunjukan keadaan tingkah laku yang sebaliknya.

7. Regresi
Yaitu mekanisme pertahanan diri untuk mengatasi kecemasan dengan cara menghindari diri dari kenyataan yang mengancam dan kembali ketraf perkembangan yang lebih rendah.

a. Pemahaman perilaku menurut Teori Psikoanalisis
Tokoh Psikoanaisis
b. Sigmund Freud
Teori psikoanalisis klasik di kemukakan oleh Sigmund Freud yang idup antara tahun 1856-1939,latar belakang pendidikannya adalah kedokteran.Meskipun berlatar belakang kedokteran,freud tidak bermaksud melakukan praktik sebagai dokter karena ia ingin menjadi seorang ilmuan.
Adapun pokok-pokok pandangan Ffreud dalam menjelaskan tingkah laku adalah:
A. Struktur Kepribadian
Menurutnya kepribadian terdiri atas tiga sistem atau aspek yaitu:das es (the id),das id (the ego) dan das euber ich (the super ego) secara terperinci stuktur kepribadian tersebut meliputi:
a. Das es,adapun ciri-ciri struktur kepribadian ini adalah:
 Merupakan aspek biologis kepribadian karena berisis unsur-unsur biologis termasuk didalam instink-instink.
 Merupakan sistem yang paling asli di dalam diri seorang karena dibawa sejak lahir dan tidak memperoleh campuran tangan dari luar.
 Berupa realitas psikis yang sesungguhnya karena hanya merupakan dunia batin dan sama sekali tidak berhubungan dengan dunia objektif.
 Merupakan sumber energi psikis.
 Menguangi ketegangan adalah prinsip kenikmatan,yaitu mengurangi ketegangan dengan menghilangkan ketidakenakan dan mengejar kenikmatan.
b. Das Ich,ciri dari struktur kepribadian ini adalah:
 Merupakan aspek psikologis kepribadian karena timbul dari kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia nyata dan menjadi prantara antara kebutuhan instinktif organisme dengan keadaan lingkunagannya.
 Bekerja dengan prinsip kenyataan (reality prinsiple) yaitu menghilangkan ketegangan dengan mencari objek lain yang tepat untuk mengurangi ketegangan.
 Proses yang dilalui dalam menemukan objek yang tepat adalah proses skunder,yaitu proses berfikir realitis melalui perumusan rencana pemuasan kebutuhan dan mengujinya secara teknis disebut reality testing) unntuk mengetahui berhasil tidaknya suatu tindakan.
 Merrupakan aspek eksekutif kepribadian karena merupakan aspek yangmengatur dan mengontrol jalan yang ditempuh serta memiliki objek yang tepat untuk memuaskan kebutuhan.
c. Das Ueber Ich,ciri-ciri aspek ini adalah:
 Merupakan aspek sosiologis kepribadian karena merupakan wakil nilai-nilai tradisional dan cita-cita masyarakat.
 Merupakan aspek moral kepribadian karena fungsi pokokny adalah menentukan apakah suatu benar atau salah,pantas atau tidak pantas.
 Dihubungkan dengan ketiga aspek diatas fungsi pokok das ueber ich adalah:
 Melintangi implusimplus das es terutama implus-implus seksuall dan agresi yang sangat di tentang oleh masyarakat.
 Mendorong das ich untuk lebih mengejar hal-hal yang moralitas dari pada realitas.
 Mengejar kesempurnaan.

B. Pemahaman tingkah laku menurut Tokoh Behaviorisme
Behavioristik adalah sebuah aliran dalam pemahaman tingkah laku yang didirikan oleh John.B.Watson pada tahun 1930,asumsi dasar mengenai tingkah laku menurut teori ini adalah bahwa tingkah laku spenuhnya di pengauhi oleh aturan-aturan,bisa diramalakan,dan bisa di kendalikan.Tokoh-tokoh yang bergabung dalam aliran ini adalahSkinner,Pavlov dan Thorndike.
Pemahanan tingkah laku menurut Skinner.



Riwayat hidup Burrhus Frederic Skinner
Dilahirkan pada tanggal 20 mei 1904 di Susqeuhanna,Pensylvania,Amerika serikat,pokok-pokok pikiran Skinner adalah tentang teori Operan Conditioning adalah:
a. Perilaku adalah keteraturan (Behavior is lawful)dengan menganalisisnya akan diketahui hubungan kualitas antra sebab dan akibat,antara variabel bebas dan variabel bergantung,variabel bebas merupakan input sedang variabel tergentung adalah output.
b. Manusia bagaikan kotak tertutup yang penuh isi ,didalam kota terjadi prses pengolahan input yang akan menghasilkan output.
c. Faktor genetik tidak menjadi penekanan karena faktor genetik merupakan faktor internal yang tidak dapat diketahui secara pasti sehigga sulit unntuk menempatkannya dibawah kontrol perilaku.
d. Prediksi penjelasan dan pengontrolan dapat dijelaskan dengan melihat bagaimana cara kerja prinsip reinfocement respon-respon sebelumnya.
e. Perilaku adalah situasi non sosial tidak berbeda secara perinsip dengan perilaku situasi sosial.
Penerapan teori Skinner dengan pemahaman tingkah laku
Skinner memberikan sumbangan yang berarti dalam pemahaman perilaku dalam bentuk:
1. Pandangan Skinner terhadap manusia di pandang sebagai pribadi aktif,sehingga menghargai manusia sebagai individu yang inidiatif dan memiliki prakarsa diri dan keinginan untuk maju.
2. Strategi pengubahan sikap dan perilaku secara jelas melalui ketegasan dalam menghubungkan variabel bebas dan tergantung.Strategi ini dapat berhasil apabila cara pengubahan sikap dan perilaku dilakukan secara sermat,mislanya dengan:
• Menetapkan terlebih dahulu sikap yang akan di tetapkan
• Mengetahui sikap yang memilki oleh orang yan gbersangkutan sbelum diberi perlakuan.
• Memilih pengukuran primer atau skunder secara tepat.
• Menetapkan jadwal pemberian pengukuhan terklebih dahulu.



C. Pemahaman perilaku menurut Tokoh Humanistik
Pemahaman tingkah laku menurut Abraham Maslow
Pokok-pokok pikiran Abraham Maslow
1. Individu sebagai keseluruhan yang integeral
Pada dasarnya manusia atau individu harus dipelajari sebagai keseluruhan yang integral,khas dan teroganisir.Maslow merasa bahwa para ahli psiklogi cenderung terlalu banyak membuang waktu untuk menganalisis tingkah laku secara terpisah dan mengabaikan aspek-aspek dasaar manusisa yang bersifat menyeluruh dan Holistik.Menurutnya Motivasi mempengaruhi manusia secara keseluruhan dan bukan secara bagian.Dilusterasikan oleh maslow bahwa makanan dibutuhkan manusia bukan hanya oleh perut atau mulut akan tetapi keseluruhan bagian dari manusia itu membutuhkan makanan.
2. Tidak relevan pemahaman manusia melalui penyelidikan hewan
Maslow memandang manusia sebagai mahluk yang berbeda dengan hewan apa pun sehingga penyelidikan dengan hewan seperti seperti hallnya pada sebagaian besar penyelidikan perilaku yang dilakukan oleh pengikut aliran behavioristik tidak relevan bagi upaya memahami tingkah laku manusia karena hal itu mengaibaikan ciri-ciri yang khas pada manusia seperti ada gagasan-gagasan,nilai-nilai rasa malu,rasa cinta,semangat humor,rasa seni,kencemburuan dan sebagainya.
3. Manusia pada dasanya memiliki pembawaan baik
Maslow mencela konsep pemahaman tingkah laku manusia yang pesismistik,negatif,dan terbatas tentang manusia seperti yang terdapat pada pandangan psikoanalisis yang dikemukakan oleh Freud.pandangan Freud ini secar implits menganggap bahwa manusia pada dasarnya memiliki karakter jahat,implus-implus manusia,apabila tidak di kendalikan akan menjurus pada pembinasaan sesamanya dan juga penghancuran dirinya sendiri.sementara pandangan ini belum jelas ketetapanya,menurut Maslow hanya memiliki sedikit kepercayaan tentang kepercayaan manusia.
4. Manusia pada dasarnya memiliki potensi kreatif
Menurut pandangan Maslow,pada dasarnya manusia memiliki potensi kreatif,pandangan ini berpijak pada penelitian Maslow yang menemukan bahwa subjek-subjek yang di telitinya terdapat satu ciri umum yang kreatif.Menurut Maslow Kreatifitas yang ada pada seseorang tidak memerlukan bakat atau kemampuan khusus.
5. Menekankan kesehatan psikologis manusia
Maslow mengkritik pendekatan-penddekatan psikologis khususnya psikoanalisa yang terlalu berat sebelah dan kuran kompherhensif karena berlandasakan pada bagian yang abnormal dari tingkah laku manusia.Maslow yakin bahwa orang yakin bahwa pemahaman tingkah laku manusia pada orang-orang yang menderita ganguan mental tidak akan dapat di peroleh sebelum di peroleh pemahaman tingkah laku yang utuh pada orang yang sehat.

1. Konsep-konsep Psikologis yang mendasari perilaku sosial individu.

Agresi
Adalah setiap tindakan mahluk yang ditujukan untuk menyerang dan menyakiti mahluk lainya.Meskipun agresi manusia lebih banyak bersifat verbal ,namun perhatian akan tetap dipusatkan pada agresi fisik atau nonverbal,karena agresi verbal amat sukar di selidiki kita hanya tahu bahwa kedua jenis agresi dapat dilakukan secara serempak.
Agresi dan amarah
Orang banyak salah berpendapaat bahwa agresi adalah satu-satunya cara mengurangi amarah,pada halnya kenyataannya tidak demikian,penilitian yang dilakukan Jack Hokanson dan teman-temannya telah memperlihatkan dukungannya terhadap hipotesis bahwa orang mempunyai keyakinan sendiri-sendiri tentang bagaimana mengurangi amarah.pada kenyataanya agresi adalah suatu respons terhadap amarah,kekecewaan,frustasi,penghinaan,ancaman,seringkali memancing amarah dan akhirnya memancing agresi.


A. Motivasi

Konsep
Pengertian motivasi adalah dari kata “Motif”.”kebutuhan”,dorongan”,dan “instink” jadi motivasi adalah dorongan-dorongan yang timbul pada atau dari dalam diri seorang atau inndividu yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku.
Istilah kebutuhan dipakai untuk menjelaskan adanya kekurangan yang pokok pada tubunya atau tuntutan yang lebih di pelajari atau kombinasi dari keduaanya.sedang istilah motif atau motivasi diguanakan untuk menunjukan suatu keadaan dalam diri seorang yang berasal dari akibat kebutuhan,dan motif inilah yang mengaktifkan atau membangkitkan perilaku yang biasanya tertuju pada pemenuhan kebutuhan tadi.motif yang mucul unntuk kebutuhan fisiologis sebut dorongan.
Indikator
Konflik motivasi
1) Approach-approach conflict.
Yaitu keadaan yang sama-sama mengandung nilai positif sehingga menimbulkan respons positif dari individu.
2) Avoidence-avoidence Conflict
Yaiut keadaan yang sama-sama mengandung nilai negatif sehingga menimbulkan respons yang negatife dari individu.
3) Approach-Avoidence Conflict
Yaitu keadaan yang satu positif dan negatif dan harus memilih.
4) Multiple Approach-Avoidence Conflict
Keadaan yang kedua-duanya ada yang positif dan dan yang lainnya juga ada yang negatif.


B. Motif
Konsep
motif atau dalam bahasa inggrisnya “Motive” berasal dari kata “Motion”yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak,jadi istilah motifpun sangant berhubungan dengan gerak.Motif dalam psikologi berarti Rangsangan,dorongan dan pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku,disamping itu dikenal dalam istilah psikologi motif adalah Motivasi merupakan istilah yang lebih umum,yang menunjuk pada seluruh gerakan itu,termasuk situasi dan dorongan-dorongan yang timbul dalam individu.
Motif adalah instansi terakhir bagi terjadinya tingkah laku,meskipun misalnya ada kebutuahn,tetapi kebutuhan ini tidak menciptakan motif,maka tidak akan terjadi tingkah laku.
Indikator
Faktor-faktor yang mempengaruhi motif adalah:
a. Faktor biologis
b. Faktor lingkungan
c. Faktor sosial
d. Faktor kebudayaan

C. Kreativitas

Konsep
Kata kreativitas berasal dari kata sifat creative yang berarti pandai mencipta.
Sedangkan untuk pengertian yang lebih luas, kreativitas berarti suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan orisinalitas berpikir.
Menurut Komite Penasehat Nasional Pendidikan Kreatif dan Pendidikan Budaya, keativitas merupakan bentuk aktivitas imajinatif yang mampu menghasilkan sesuatu yang bersifat orisinal, murni, dan bermakna (Munandar, 1999).
Guilford (1967) menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah. Guilford juga menambahkan bahwa bentuk pemikiran kreatif masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan, sebab, disekolah yang dilatih adalah penerimaan pengetahuan, ingatan, dan penalaran (berfikir logis).
Munandar (1999) menguraikan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang berdasarkan data informasi atau unsur-unsur yang ada. Pengertian kreativitas tidak hanya kemampuan untuk bersikap kritis pada dirinya sendiri melainkan untuk menciptakan hubungan yang baik antara dirinya dengan lingkungan dalam hal material, sosial, dan psikis.
Jadi,kreativitas merupakan suatu proses berpikir yang lancar, lentur dan orisinal dalam menciptakan suatu gagasan yang bersifat unik, berbeda, orisinal, baru, indah, efisien, dan bermakna, serta membawa seseorang berusaha menemukan metode dan cara baru di dalam memecahkan suatu masalah.
Indikator
Aspek-aspek kreativitas menurut Gulford:
1. Fluency yaitu kesigapan,kelancaran untuk menghasilkan banyak gagasan.
2. Fleksibilitas yaitu kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam pendekatan untuk mengatasi persoalan.
3. Orisinalitas,yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan yang asli.
4. Elaborasi yaitu,kemampuan untuk melakukan hal-hal yang detail atau secara terperinci.
5. Redefinition yaitu,kemampuan merumuskan batasan-batasan dengan melihat dari sudut yang lain dari pada cara-cara yang lazim.
Karakteristik
SCU Munandar (1984) melakukan penelitian terhadap ahli psikologi tentang pendapat mereka mengenai ciri – ciri kepribadian kreatif, yang hasilnya adalah sebagai berikut :
a) Mempunyai daya imajinasi yang kuat.
b) Mempunyai inisiatif.
c) Senang mencari pengalaman baru.
d) Memiliki ketekunan yang tinggi.
e) Cenderung kritis terhadap orang lain.
f) Selalu ingin tahu.
g) Peka atau perasa.
h) Energic dan ulet.
i) Mempunyai tugas-tugas yang majemuk.
j) Percaya kepada diri.

D. BAKAT


A. Pengertian
Bakat (aptitude) adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, bermain musik, melukis, dan lain-lain. Seseorang yang berbakat musik misalnya, dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan tersebut.
Untuk bisa terealisasi bakat harus ditunjang dengan minat, latihan, pengetahuan, pengalaman agar bakat tersebut dapat teraktualisasi dengan baik.
Pengaruh unsur genetik, khususnya yang berkaitan dengan fungsi otak bila dominan otak sebelah kiri , bakatnya sangat berhubungan dengan masalah verbal, intelektual, teratur, dan logis dan bila dominan dengan otak kanan berhubungan dengan masalah spasial, non verbal, estetik, artistik serta atletis.
Latihan: Bakat adalah sesuatu yang sudah dimiliki secara alamiah, yang mutlak memerlukan latihan untuk membangkitkan dan mengembangkannya.
Struktur tubuh mempengaruhi bakat seseorang. Seorang yang bertubuh atletis akan memudahkannya menggeluti bidang olah raga atletik.
B. Pengukuran
Tes bakat bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di berbagai area minatnya di bidang-bidang tertentu, untuk kemudian merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan.
Melalui tes bakat diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat seseorang. Hasil tes bakat tidak dapat menentukan dengan mutlak pekerjaan atau karir apa yang harus dijalani, juga tidak untuk menjawab pertanyaan yang sangat khusus, misalnya “Apakah saya dapat menjadi seorang sekretaris?”
E. MINAT
Pengertian Minat
Minat diartikan sebagai kehendak, keinginan atau kesukaan (Kamisa, 1997 : 370). Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan menuju ke sesuatu yang telah menarik minatnya. (Gunarso, 1995 : 68). Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. (Hurlock, 1995 : 144).
Minat terbagi menjadi 3 aspek, yaitu: (Hurlock, 1995 : 117)
1) Aspek Kognitif
Berdasarkan atas pengalaman pribadi dan apa yang pernah dipelajari baik di rumah, sekolah dan masyarakat serta dan berbagai jenis media massa.
2) Aspek Afektif
Konsep yang membangun aspek kognitif, minat dinyatakan dalam sikap terhadap kegiatan yang ditimbulkan minat. Berkembang dari pengalaman pribadi dari sikap orang yang penting yaitu orang tua, guru dan teman sebaya terhadap kegiatan yang berkaitan dengan minat tersebut dan dari sikap yang dinyatakan atau tersirat dalam berbagai bentuk media massa terhadap kegiatan itu.

3) Aspek Psikomotor
Berjalan dengan lancar tanpa perlu pemikiran lagi, urutannya tepat. Namun kemajuan tetap memungkinkan sehingga keluwesan dan keunggulan meningkat meskipun ini semua berjalan lambat
Metode Pengukuran Minat
Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengadakan pengukuran minat, menurut Nurkancana dan Sumartana (dalam Tomi Darmawan, 2007), metode pengukuran minat yaitu:
Observasi
Pengukuran minat dengan metode observasi mempunyai satu keuntungan karena dapat mengamati dalam kondisi yang wajar, jadi tidak dibuat-buat. Observasi dapat dilakukan dalam setiap situasi dan pencatatan hasil-hasil observasi dapat dilakukan selama observasi berlangsung.
Interview
Pelaksanaan interview biasanya lebih baik dilakukan dalam situasi yang tidak formal, sehingga percakapan akan dapat berlangsung lebih bebas.
Angket atau kuesioner
Angket atau kuesioner jauh lebih efisien dalam penggunaan waktu, isi pertanyaan dalam kuesioner pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan pertanyaan dengan interview.
Inventori
Inventori adalah suatu metode untuk mengadakan pengukuran sejenis kuesioner, perbedaannya dalam kuesioner responden menulis jawaban yang relative panjang, sedangkan inventori responden memberi jawaban dengan memberi tanda cek, lingkaran atau tanda yang lain yang berupa jawaban-jawaban singkat.
Metode pengukuran minat yang digunakan dalam penelitian ini mengggunakan teknik angket atau kuesioner, karena teknik ini sangat efektif dan efisien dalam pengggunaan waktu, mengingat banyaknya subjek penelitian yang digunakan, yaitu siswa kelas 3 SMP Negeri se-kota Malang Tahun Ajaran 2007-2008.

F. Intelegensi

Konsep
a. Menurut David Wechsler
Intelegensi adalah kemampuan individu untuk berfikir dan bertindak secara terarah,serta mengolah dan menguasai lingkungan secara efektif.
b. Menurut W.Stern
Intelegensi adalah kesanggupan jiwa untuk dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat dalam situasi baru.
c. Menurut V.Hees
Intelegensi adalah sifat kecerdasan jiwa,
Menurut arah atau hasilnya intelegensi ada dua macam:
a. Intelegensi praktis ialah intelegensi untuk dapat mengatasi suatu situasi yang sulit dalam suatu kerja,yang berlangsung secara cepat dan tepat.
b. Intelgesi teoritis ialah intelegensi untuk dapat mendapatkan suatu pikiran penyelesaaian soal atau masalah dengan cepat dan tepat.
Jadi intelegensi adalah kemampuan individu,kemampuan jiwa,untuk berfikir dan bertindaka utuk mengatasi situasi yang baru dan dapat menyesuaikan diri dengan cepat dan tepat.
Sedang IQ “Intelegence Quetient” adalah penunujuk dalam bentuk angka-angka yang menggambarkan atau menjabarkan secara relatif hasil pelaksanaan sat tes.IQ membandingka prestasi seorang dengan orang lain yang umurnya sama .





Indikator
Faktor-faktor yang mempengaruhi Intelegensi:
1. Pembawaan adalah segala kesanggupan kita yang telah kit bawa sejak lahir,dan tidak saama pada setiap orang.
2. Kemasakan adalah saat munculnya sesuatu daya jiwa kita yang kemudian berkembang dan mencapai saat puncaknya.
3. Pembentukan ialah segala faktor luar yang mempengaruhi intelegensi dimasa perkembangannya.
4. Minat adalah yang merupakan motor penggerak dari intelegensi kita.


Mengukur intelegensi
Pengukuran intelegensi dilakukan dengan alat-alat dilakukan dengan ala-alat Psikodiagnotik tertentu (psikometri) yang oleh orang awan dikenal dengan nama psikotes.Hasil pengukuran biasanya dinyatakan dalam satu ukuran tertentu yang dapat di menyatakan tinggi rendahnya intelegensi yang diukur, yaitu IQ hasil dari taraf kecedasan. Rumus IQ adalah
Ket:
MA : Umur mental
CA :Umur Kronologis.

F. Emosi

Konsep

Pada umumnya perbuatan kita sehari-hari disertai oleh perasaan tertentu,yaitu perasaan senang atau tidak senang,perasaan senana tidak senang yang menyertai kita sehari-hari itu disebut warna efektif.Dalam hal warna efektif yang kuat maka perasaan-perasaan menjadi lebih mendalam,lebih luas dan lebih terarah,perasaa-perasaan itu disebut dengan emosi. Beberapa macam emosi antara lain:gembira,bahagia,terkejut,benci,jemu was-was dan sebagainya.
a. Dasar-dasar pokok dari emosi
Menurut C.T Morgan,aspek emosi dapar di bagi menjadi 4 hal yaitu:
1) Emosi adalah sesuatu yang sangat erat hubunganya dengan kondisi tubuh,misalnya denyut jantung,sirkulasi darah dan pernafasan.
2) Emosi adalah sesuatu yang dilakukan atau diekspresikan,misalnya tersenyum,tertawa,menangis.
3) Emosi adalaha sesuatu yang dirasakan,misalnya merasa senang merasa kecewa.
4) Emosi juga merupakan suatu motif,yaitu mendorong seseorang berbuat sesuatu kalau ia beremosi senang,atau mencegah ia melakukan sesuatu kalau dia tidak senang.
Istilah emosi kurang lebih dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang muncul dari organisme manusia,emosi adalah suatu pengalaman yang sadar yang mempengaruhi jasmani.
Pada hakikatnya suatu emosi adalah suatu pengalaman yang sadar,kompleks dan meliputi unsur perasaaan yang mengikuti keadaan fisiologis dan mental yang muncul serta penyesuaian batiniah,dan yang mengekspresian dirinya dalam tingkah laku yang menampak.
Indikator
Beberapa reaksi emosional.
Sikap yang disetai dengan emosi yang berlebih-lebihan disebut kompleks,misalnya kompleks rendah diri,yaitu sikap negatif diri sendiri yang disertai perasaan malu,takut,tidak berdaya,segan bertemu orang lain dan sebagainya.



a. Takut
Takut adalah perasaan yang mendorong individu untuk menjauhi sesuatu dan sedapat mungkin menghindari kontak dengan hal itu.bentuk ekstrim dari takut yaitu Phatologis yang disebut Phobia.Phobia adalah perasaan takut terhadap hal-hal tertentu yang demikian kuatnya,meskipun tidak ada alasan yang nyata,misalnya takut terhadap ketinggian atau takut dengan tempat yang tinggi (acrophobia).
b. Kuatir
Kuatir atau was-was adalah rasa takut yang tidak mempuyai objek yang jelas atau tidak ada objeknya sama sekali,kekuatiran menyebabkan rasa tidak senang,gelisah tegang,tidak tenang tidak aman.
c. Cemburu
Kecemburuan adalah bentuk khusus dari kekuatiran yang didasari oleh kurang adanya keyakinan terhadap diri sendiri dan ketakutan akan kehilangan kasi sayang dari sesseorang.
d. Gembira
Gembira adalah ekspresi dari kelegaan,yaitu perasaan terbebas dari ketegangan,biasanya gembira disebabkan oleh hal-hal yang tiba-tiba (surprise) dan kegembiraan biasanya bersifat sosial yaitu melibatkan orang lain yang berada di sekitar orang yang sedang gembira.
e. Marah
Sumber utama dari kemarahan adalah hal-hal yang menggangu aktifitas untuk sampai pada tujuannya,dengan demikian keteganagan dari aktiftas tersebut tidak mereda bahkan bertambah.Untuk menyalurkan ketegangan-ketegangan itu individu yang bersangkutan menjadi marah.
Mengukur Emosi
Psikolog sering kali mengukur emosi dengan cara menguji satu atau lebih komponen:unsur subyektif (kesadaran diri dan penginderaan) perilaku atau fisiologis.kadang-kadang emosi juga datang dari observasi terhadap tingkah perilaku,misalnya ntuk memperoleh pengertian terhadap rasa marah,para peneliti dapat:
1) Mengamati dan menilai jumlah dan kekuatan dari gemetar orang atau seberapa jauh wajahnya kemerahan.
2) Mengukur seberapa keras nada suaranya.
3) Mengukur kesediaan untuk menyerang sasaran yang membuat marah.
Dengan menggunakan teknik observasi waktu mengukr emosi,diperkirakan bahwa perilaku dapat menjadi cermin yang paling baik terhadap perasaan.
Untuk mengukur emosi sering kali digunakan peralatan fisiologis.Psikologis mengikuti terus reaksi dalam tubuh yyang mengiringi emosi,termasuk denyut jantung,pernafasan dan ketegangan otot,sering kali respons fisiologis dicatat dalam Poligraf yaitu alat yang secara serempak dapat mencatat ebih dari satu reaksi,kejadian atau proses.sama seperti data-data lainya,respons psikologis ini juga tergolong sukar untuk ditafsirkan.untuk dapat menginterprestasikan,kita harus mempertimbangkan respon yang tertentu terhadap situasi tertentu serta adanya perbedaan respons dari satu orang keorang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Abu dkk,Psikologi Umum,Surabaya:PT.Bina ilmu,1992
Davidoff Linda L.,Psikologi suatu pengantar jilid 2,jakarta:penerbit
Erlangga,1991
Dirgagunasa, Singgih,Pengantar Psiklogi,Jakarta:Mutiara 1983
Farozin Muh,Pemahaman tingkah laku,Jakarta:PT Renika Cipta,2004
Setiyo Purwanto,.Blogspot.com
Sujanto Agus,Psikologi Umum,Jakarta:Aksara Baru,1983
Wirawan Sarlito Sarwono,Pengantar psikologi umum,Jakarta:Bulan
bintang.2000
Powered By Blogger

Cari Blog Ini